| ABG SMU..Ennaaak Bangeeet..aaaahhhh Posted: 30 Nov 2007 03:14 PM CST Suatu hari Senen di bulan Oktober 2006, aku keluar dari rumah agak telat yaitu jam 06.45 pagi. Kuperhatikan anak2 sekolah yang biasanya ramai di sepanjang jalan itu mulai agak sepi, mungkin mereka sudah mendapatkan kendaraan2 ke sekolahnya masing2. Saat perjalananku mencapai ujung desa Bedulan ( tempat ini pasti dikenal oleh semua orang karena sering terjadi tawuran antar desa sampai saat ini ), kulihat ada seorang anak sekolah perempuan yang melambai-lambaikan tangannya. Setelah kulihat dibelakangku tidak ada kendaraan lain, aku mengambil kesimpulan kalau anak sekolah itu berusaha mendapatkan tumpangan dariku dan karena dia seorang diri disekitar situ maka segera kuhentikan kendaraanku serta kubuka kacanya sambil kutanyakan, mau kemana dik ? Kulihat anak sekolah itu agak cemas dan segera menjawab pertanyaanku, Paaaak boleh saya ikut sampai di SMA --------- (Maaf, nama sekolahnya terpaksa Blogger hapus), dari tadi kendaraan umum penuh terus dan saya takut terlambat ? dengan wajah yang penuh harap. Yaaa…OK lah….naik cepat kataku. Terima kasih paaak…katanya sambil membuka pintu mobilku. Jarak dari sini sampai di sekolahnya kira2 10 Km dan selama perjalanan kuselingi dengan pertanyaan2 ringan, sehingga aku tahu kalau dia itu duduk di kelas 3 SMU di --------- dan bernama War--- (maaf, namanya disamarkan oleh Blogger). Tinggi badannya kira2 155 cm, warna kulitnya bisa dibilang agak hitam bersih dan tidak cantik tapi manis dan menarik untuk dilihat, entah apanya yang menarik, mungkin karena matanya agak sayu. Penampilan nya sangat sederhana tanpa make-up, maklum saja perempuan tinggal di desa dan katanya orang tuanya adalah seorang petani. Tidak terlalu lama, kendaraanku sudah sampai di daerah --------- dan War--- segera memberikan aba2..Ooom……sekolah saya ada di depan itu, katanya sambil jarinya menunjuk satu arah di kanan jalan. Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya dan sambil menyalamiku War--- mengucapkan terima kasih. Sambil turun dari mobil, War--- masih sempat bertanya..Oooom….besok pagi saya boleh ikut lagi..nggak Oom, lumayan Oom….bisa naik mobil bagus kesekolah dan sekalian menghemat ongkos…boleh yaa..Oom ? Aku tidak segera menjawab pertanyaan itu, tapi kupandangi wajahnya, lalu kujawab…boleh boleh saja War--- ikut Oom, tapi jangan bergerombol ikutnya yaaa. Enggak deh Oom, saya cuma sendiri saja kok selama ini. Setiap pagi sewaktu aku mencapai desa itu, War--- sudah ada dipinggir jalan dan melambaikan tangannya untuk menghentikan mobilku. Dalam setiap perjalanan dia makin lama makin banyak bercerita soal keluarganya, kehidupannya di desa, teman2 sekolahnya dan dia juga sudah punya pacar di sekolahnya. Ketika kutanya apakah pacarnya tidak marah kalau setiap hari naik mobil orang, War--- bilang tidak apa2 tapi tanpa ada penjelasan apapun, sepertinya dia enggan menceritakan lebih jauh soal pacarnya. War--- juga cerita bahwa selama ini dia tidak pernah kemana-mana, kecuali pernah dua kali di ajak pacarnya piknik ke daerah wisata di Kuningan. Seminggu kemudian di hari Jum'at, waktu War--- akan naik dimobilku kulihat wajahnya sedih dan matanya bengkak seperti habis menangis dan War--- duduk tanpa banyak bicara. Karena penasaran, kusapa dia, War---….., habis nangis yaaaa…, kenapa…..? coba War--- ceritakan….siapa tahu Oom bisa membantu. War--- tetap membisu dan sedikit gelisah. Lama dia diam saja dan aku juga nggak mau mengganggunya dengan pertanyaan2, tetapi kemudian dia berkata…Oom, saya habis ribut dengan Bapak dan Ibu, lalu dia diam lagi. Kalau War--- percaya pada Oom, tolong coba ceritakan masalahnya apa, siapa tahu Oom bisa membantu, kataku tetapi War--- saja tetap membisu. Ketika mobilku sudah mendekati sekolahnya, tiba2 War--- berkata, Oom…boleh nggak War--- minta waktu sedikit buat bicara disini, mumpung masih belum sampai di sekolah. Mendengar permintaannya itu, segera saja kuhentikan mobilku dipinggir jalan dan kira2 jaraknya masih 2 Km dari sekolahnya. Ada apa War…? Kataku. War--- tetap diam dan sepertinya ada keraguan untuk memulai berbicara. Ayoo..lah War (sebenarnya pengarang penuliskan tiga harus terakhir dari namanya, tapi terpaksa oleh Blogger diganti jadi 3 huruf terdepan), jangan takut atau ragu…ada apa sebenarnya, tanyaku lagi. Begini….Oom, kata War---, lalu dia menceritakan bahwa tadi malam dia minta uang kepada orang tuanya untuk membayar uang sekolahnya yang sudah tiga bulan belum dibayar dan hari ini adalah hari terakhir dia harus membayar, karena kalau tidak dia tidak boleh mengikuti ulangan2. Orang tuanya ternyata tidak mempunyai uang sama sekali, padahal uang sekolah yang harus dibayar itu sebesar 80 ribu rupiah. Alasan orang tua nya karena panen padi yang diharapkan telah punah karena hujan yang terus menerus. Dan katanya lagi orang tuanya menyuruh dia berhenti sekolah karena tidak mampu lagi untuk membayar uang sekolah dan mau dikawinkan dengan tetangganya. Aku tetap diam untuk mendengarkan cerita nya sampai selesai dan karena War--- juga terus diam, lalu kutanya…..teruskan cerita mu sampai selesai War. Dia tidak segera menjawab tapi yang kulihat airmatanya terlihat menggenang dan sambil mengusap air matanya dia berkata…Oom, sebetulnya masih banyak yang ingin War--- ceritakan, tapi saya takut nanti Oom terlambat kekantornya dan War--- juga harus ke sekolah, serta lanjutnya lagi… kalau Oom ada waktu dan tidak keberatan, saya ingin pergi dengan Oom supaya saya bisa menceritakan semua masalah pribadi saya. Setelah diam sejenak, lalu War--- berkata lagi…Oom, kalau ada dan tidak keberatan, saya mau pinjam uang Oom 80 ribu untuk membayar uang sekolah dan saya janji akan mengembalikan setelah saya dapat dari orang tua saya. Mendengar cerita War--- walaupun belum seluruhnya, hatiku terasa tersayat dan segera kurogoh dompetku dan kuambilkan uang 200 ribu dan segera kuberikan padanya. Lho Oom, kok banyak benar…..saya takut tidak dapat mengembalikannya, katanya sambil menarik tangannya sebelum uang dari tanganku dipegangnya. War---….ambilah…nggak apa apa kok, sisanya boleh kamu belikan buku2 atau apa saja….., saya yakin War--- membutuhkannya dan segera kupegang tangannya sambil meletakkan uang itu ditangannya dan sambil kukatakan…War---…ini nggak usah kamu beritahukan kepada siapa2, juga jangan kepada orang tuamu….dan…War--- nggak perlu mengembalikannya. Belum selesai aku menyelesaikan kata2ku, tiba2 saja dari tempat duduknya dia maju dan mencium pipi kiriku sambil berkata…..terima kasih banyak Oom…, Oom..sudah banyak menolong saya. Aku jadi sangat terkesiap dan berdebar…bukan karena mendapat ciuman di pipiku, tapi karena tangan kiriku tersentuh buah dadanya yang terasa sangat empuk sehingga tidak terasa kontolku menjadi tegang dan sementara War--- masih mencium pipiku, kugunakan tangan kananku untuk membelai rambutnya dan kucium hidungnya. Ayoo…War…sudah lama kita disini, nanti kamu terlambat sekolahnya. War--- tidak menjawab tapi kulihat dikedua matanya masih tergenang air matanya. Ketika sudah sampai didepan sekolah nya sambil membuka pintu mobil, War--- berkata..Oom.., terima kasih yaaa..ooom dan kapan Oom ada waktu untuk mendengar cerita War---. Kalau besok gimana…?, kataku. Boleh….oom, jawabnya cepat. Lho..besok kan masih hari Sabtu dan War--- kan harus sekolah, jawabku. Sekali-kali mbolos kan nggak apa apa Oom…hari Sabtu kan pelajarannya tidak begitu padat dan kurang penting, kata War---. Oklah…kalau begitu…War, kita ketemu besok pagi ditempat biasa kamu menunggu. Dalam perjalanan ke kantor setelah War--- turun, masalah War--- terasa mengganggu pikiranku sehingga tidak terasa aku sudah sampai dikantor. Sebelum pulang kantor, aku izin untuk tidak masuk besok Sabtu pada Boss ku dengan alasan akan mengurus persoalan keluarga di Kuningan. Demikian juga waktu malamnya kukatakan pada Istriku kalau aku harus ke Jakarta untuk urusan kantor dan kalau selesainya telat terpaksa harus nginap dan pulang pada hari Minggu. Besok paginya dengan berbekal 1 stel pakaian yang telah disiapkan oleh Istriku, aku berangkat dan sampai di tempat yang biasa, kulihat War--- tetap memakai baju seragam sekolahnya. Setelah dia naik ke mobil, kembali kulihat matanya tetap seperti habis menangis. Lalu kutanya…War…habis perang lagi yaaaa…?, soal apa lagi….?. Oom, ceritanya nanti saja deh….katanya agak malas. Kita mau kemana Oom…? Tanyanya. Lho…..terserah War--- saja….Oom sih ikut saja. Oom….saya kepingin ketempat yang agak sepi dan nggak ada orang lain…., jadi kalau kalau War--- nangis, nggak ada yang melihatnya kecuali Oom. Sambil memutar mobilku kembali ke arah Cirebon, aku berpikir sejenak mau ke tempat mana yang sesuai dengan permintaan War---, dan segera teringat kalau di pinggiran kota Cirebon yang kearah Kuningan ada sebuah lapangan Golf dan Cottage CPN. Segera saja kukatakan padanya..War---….tempat yang sesuai dengan keinginanmu itu kayaknya agak susah, tapi……bagaimana kalau kita ke CPN saja..? Dimana itu Oom dan tempat apaan…?tanya War---. Aku jadi agak susah menjelaskannya, tapi kujawab saja…tempatnya sih nggak jauh yaitu sedikit diluar Cirebon dan…..begini saja deh..War…, kita kesana dulu dan kalau War--- kurang setuju dengan tempatnya, kita cari tempat lain lagi. Setelah sampai ditempat dan mendaftar di receptionist dan memesan minuman ringan serta mengambil kunci kamarnya, segera aku kembali ke mobil dan kutanyakan pada War---…gimana War….kamu mau disini..? lihat saja tempatnya sepi ( maklum saja masih pagi-pagi. Receptionist nya saja seperti terheran-heran, sepertinya berfikir kok ada tamu pagi2 sekali dan nomor mobilnya bukan dari luar kota ). Setelah mobil kuparkir didepan kamar, sebelum turun kutanya dia kembali…War…gimana…mau disini ? atau mau cari tempat lain ? War--- tidak segera menjawab pertanyaanku, tapi dia ikut turun dari mobil dan mengikutiku kearah pintu kamar motel. Segera setelah sampai didalam, dia langsung duduk di tempat tidur sambil memperhatikan seluruh ruangan. Karena kulihat dia tetap diam saja, aku jadi merasa tidak enak dan segera kudekati dia yang masih tetap duduk di pinggiran tempat tidur dan sambil agak berlutut, kucium keningnya beberapa saat dan tiba2 saja War--- memelukku dan terdengar tangisan lirih sambil terisak-isak. Sambil masih memelukku, kuangkat berdiri dari duduknya dan kuelus-elus rambutnya, sambil kucium pipinya serta kukatakan, War---…..coba tenangkan dirimu…..dan ceritakan semua masalah mu pada Oom….., siapa tahu Oom bisa membantumu dalam memecahkan masalahmu itu. War--- masih saja memelukku tapi senggukan tangisnya mulai mereda. Beberapa saat kemudian kubimbing dia kearah tempat tidur dan perlahan kuterlentangkan War--- ditempat tidur dan kurangkulkan tangan kiriku di bahunya dan kupandangi wajahnya, sambil kukatakan….War---…cobalah ceritakan masalahmu itu…..dan biar Oom bisa mengetahui permasalahanmu itu. War--- tetap diam saja dan memejamkan matanya, tapi tak lama kemudian, sambil menyeka airmatanya dia membuka matanya dan memandang kearahku yang jaraknya antara wajahnya dan wajahku sangat dekat sekali. Oom….., katanya seperti akan memulai bercerita, tapi lalu dia diam lagi. War…..,kataku sambil kucium pipinya dan kuusap usapkan jari2 tangan kananku dirambutnya….cerita lah. Lalu War--- mulai bercerita dan dia menceritakan secara panjang lebar soal kehidupan keluarganya yang miskin, dia anak pertama dari 3 bersaudara, tentang pacarnya di sekolah tapi lain kelas yang sudah 2 tahun pacaran dan sekarang sudah meninggalkan dia karena mendapatkan pacar baru di kelasnya dan dia juga menceritakan kalau orang tuanya sudah menjodohkan dengan tetangga nya yang sudah punya istri dan anak, tapi kaya dan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah War--- dan dia harus segera berhenti dari sekolahnya karena akan dikawinkan pada bulan Maret akan datang. War--- katanya kepingin sekolah dulu dan belum pingin kawin, apalagi kawin dengan orang yang sudah punya Istri dan anak. War--- punya keinginan mau lari dari rumahnya, tapi tidak tahu mau kemana. War--- juga menceritakan bahwa sebetulnya dia masih cinta kepada kawan sekolahnya itu, apalagi dia sudah terlanjur pernah tidur bersama sewaktu piknik ke Kuningan dulu, walaupun katanya dia tidak yakin kalau punyanya pacarnya itu sudah masuk ke memeknya apa belum, karena belum apa2 sudah keluar katanya. Jadi….gimana..Oom…, apa yang harus saya perbuat dengan masalah ini, katanya setelah menyelesaikan ceritanya. War---……., kataku sambil kembali kuelus-elus rambutnya dan kucium pipinya didekat bibirnya…..War---….masalahmu kok begitu rumit, terutama persoalan lamaran tetanggamu itu. Begini saja War…..sebaiknya kamu minta kepada orangtua mu untuk menunda perkawinan itu sampai kamu selesai sekolah. Bilang saja…kalau ujian SMA mu hanya tinggal beberapa bulan lagi. Katakan lagi….sayang kalau biaya yang telah dikeluarkan selama hampir tiga tahun di SMA harus hilang percuma tanpa mendapatkan Ijasah. War….sewaktu kamu mengatakan ini semua, jangan pakai emosi, katakan dengan lemah lembut, mudah2an saja orangtuamu mau mengerti dan mengundurkan perjodohanmu dengan tetanggamu itu. Kalau orangtuamu setuju, jadi kamu bisa konsentrasi untuk menyelesaikan sekolahmu dan yang lainnya bisa dipikirkan kemudian. Setelah selesai memberikan saran ini, lalu kembali kucium pipinya seraya kutanya…War…..bagaimana pendapatmu dengan saran oom ini ? Seraya saja War--- bangkit dari tidurnya dan memelukku erat2 sambil menciumi pipiku dan berkata..Ooom….terima kasih…atas saran oom ini…belum terpikir oleh saya sebelumnya hal ini….Oom sangat baik terhadap War---….entah bagaimana caranya saya membalas kebaikan Oom, dan terasa airmatanya menetes dipipiku. Setelah diam sesaat, kembali kurebahkan badan War--- terlentang dan kulihat dari matanya yang tertutup itu sisa airmatanya dan segera kucium kedua matanya dan sedikit demi sedikit cimmanku kuturunkan kehidungnya dan terus turun kepipi kirinya, setelah itu kugeser ciumanku mendekati bibirnya. Karena War--- masih tetap diam dan tidak menolak, keberanianku semakin bertambah dan secara perlahan lahan kugeser ciumanku kearah bibirnya, dan tiba2 saja War--- menerkam dan memelukku serta mencari bibirku dengan matanya yang masih tertutup. Aku berciuman cukup lama dan sesekali lidahku kujulurkan kedalam mulutnya dan War--- mengisapnya. Sambil tetap berciuman, kurebahkan badan nya lagi dan tangan kananku segera kuletakkan tepat diatas buah dadanya yang terasa sangat kenyal dan sedikit kuremas. Karena tidak ada reaksi yang berlebihan serta War--- bukan saja mencium bibirku tapi seluruh wajahku, maka satu-satu kancing baju SMU nya berhasil kulepas dan ketika kusingkap bajunya, tersembul dua bukit yang halus tertutup Bh putih tipis dan ukurannya tidak terlalu besar. Ketika kucoba membuka baju sekolahnya dari tangan kanannya, War--- kelihatannya tetap diam dan malah membantu dengan membengkokkan tangannya. Setelah berhasil melepas baju dari tangan kanannya, segera kucari kaitan Bhnya dibelakang dan dengan mudah kutemukan serta kulepaskan kaitannya, sementara itu kami masih tetap berciuman, kadang dibibir dan sesekali diseluruh wajah bergantian. Bhnya pun dengan mudah kulepas dari tangan kanannya dan ketika kusingkap Bhnya, tersembul buah dada War--- yang ukurannya tidak terlalu besar tapi menantang dan dengan putting susunya berwarna kecoklatan. Dan dengan tidak sabar dan sambil meremas pelan tetek kanannya, kuturunkan wajahku menyelusuri leher dan terus kebawah dan sesampainya di teteknya, kujilati tetek War--- yang menantang itu dan sesekali kuhisap puting teteknya, sementara War--- meremas remas rambutku seraya terdengar suara lirih ….aaaaahhhh….aaaaaahh…. Oooomm….sssssshhhh….aaaahhh. Aku paling tidak tahan kalau mendengar suara lirih seperti ini, serta merta kontolku semakin tegang dan kugunakan kesempatan ini sambil tetap menjilati dan menghisap tetek War---, kugunakan tangan kananku untuk menelusuri bagian bawah badan War---. Ketika sampai di celana dalamnya serta kuelus elus memeknya, terasa sekali ada bagian Cd yang basah. Sambil masih tetap menjilati tetek War---, kugunakan jari tanganku menyusup masuk dari samping Cdnya untuk mencari bibir memek nya dan ketika dapat dan kuelus, badan War--- terasa menggelinjang dan membukakan kakinya serta kembali terdengar aaaaahhh…..ssssshhhh……ssssshhh…. aaaaahhh. Aku jadi semakin penasaran saja mendengar suara War--- mengerang lirih seperti itu. Segera kulepas tanganku yang ada di memeknya dan sekarang kugunakan untuk mencari kancing atau apapun yang ada di Rok sekolahnya untuk segera kulepas. Untung saja rok sekolah yang dipakai adalah rok standard yaitu ada kaitan sekaligus resleting, sehingga dengan mudah kutemukan dan kubuka kaitan dan resletingnya, sehingga roknya menjadi longgar dibadan War---. Lalu perlahan lahan kuturunkan badanku serta ciumanku menelusuri perut War--- seraya tanganku berusaha menurunkan rok nya. Roknya yang sudah longgar itu dengan mudah ku turunkan ke arah kakinya dan kuperhatikan War--- mengenakan Cd warna merah muda dan kulihat juga memeknya yang menggunung didalam Cdnya. Badan War--- menggelinjang saat ciumanku menelusuri perut dan pada saat ciumanku mencapai Cd diatas gunungan memeknya itu, gelinjang badan War--- semakin keras dan pantatnya seakan diangkat serta tetap kudengar suaranya yang lirih sambil meremas-remas rambutku agak keras serta sesekali memanggil ..sssssssshhhh… aaaaahh….. sssshhht….. ooom….. aaaahhhh. Sambil kujilati lipatan pahanya, kuturunkan Cd nya perlahan-lahan dan setelah setengahnya terbuka, kuperhatikan memek War--- masih belum banyak ditumbuhi bulu sehingga terlihat jelas belahan memeknya dan basah. Setelah berhasil melepas Cd nya dari kedua kaki War--- yang masih menjulur di lantai, kuposisikan badanku diantara kedua paha War--- sambil merenggangkan kedua pahanya. Dengan pelan pelan kujulurkan lidahku dan kujilati belahan memek nya yang agak terbuka akibat pahanya kubuka agak lebar. Bersamaan dengan jilatanku itu, tiba2 War--- bangun dari tidurnya dan berkata Jaaa…ngaaan…Ooom, sambil mencoba mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya. Karena takut War--- akan marah, maka dengan terpaksa aku bangkit dan kupeluk War--- serta berusaha menidurkannya lagi sambil kucium bibirnya untuk menenangkan dirinya. War--- tidak memberikan komentar apa apa, tapi kami kembali berciuman dan War--- sepertinya lebih bernafsu dari sebelumnya dan lebih agresif menciumi seluruh wajahku. Sementara itu tanganku kugunakan untuk melepas baju dan Bh War--- yang sebelah dan yang tadi belum sempat kulepas, War--- sepertinya mendiamkan saja, malah sepertinya membantuku dengan memiringkan badannya agar bajunya mudah kulepas. Sambil tetap berciuman, sekarang aku berusaha untuk melepas baju dan celanaku sendiri. Setelah aku berhasil melepas semua pakaianku termasuk Cdku, lalu dengan harap harap cemas karena aku takut War--- akan menolaknya, aku menempatkan diriku yang tadinya selalu disamping kiri atau kanan badan War---, sekarang aku naik diatas badan War---. Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan War---, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan nekan. Dalam posisi begini, terasa kontolku agak sakit karena tertindih diantara badanku dan paha War---. Karena tidak tahan, segera kuangkat kaki kananku untuk mencari posisi yang enak, tapi bersamaan dengan kakiku terangkat, kurasakan War--- malah merenggangkan kedua kakinya agak lebar, tentu saja kesempatan ini tidak kusia2kan, segera saja kutaruh kedua kakiku di bagian tengah kedua kakinya yang dilebarkan itu dan sekarang terasa kontolku berada di atas memek War---. War--- masih memelukkan kedua tangannya di punggungku dan meciumi seluruh wajahku. Sambil masih tetap kujilat dan ciumi selluruh wajahnya, kuturunkan tanganku kebawah dan sedikit kumiringkan badanku, perlahan lahan kuelus memek War--- yang menggembung dan setelah beberapa saat lalu kupegang bibir memeknya dengan jariku dan kurasakan kedua tangan War--- serasa mencekeram di punggungku dan ketika jari tengahku kugunakan untuk mengelus bagian dalam memeknya, terasa memek War--- sangat basah dan kurasakan badan bawah War--- bergerak perlahan lahan sepertinya mengikuti gerakan jari tanganku yang sedang mengelus dan meraba bagian dalam memek nya dan sesekali ku permainkan kelentitnya dengan jari2ku sehingga War--- sering berdesis sssssssssshh……..sssssssshhhh…..aaaaaahhhh….ssssshhh sambil kurasakan jari kedua tangannya menusuk punggungku. Setelah sekian lama kupernainkan memeknya dengan jariku, kemudian kulepaskan jariku dari memek War--- dan kugunakan tangan kananku untuk memegang kontolku serta segera saja kontolku kuarahkan ke memek War--- sambil kugosok gosokan keatas dan kebawah sepanjang bagian dalam memek War---, serta kembali kudengar desis suara nya ssssssshhhh… sssshhhh… ooooom…… aaaaaaahh….sssssshhhh dan pantatnya diangkat naik turun pelan pelan. Karena kulihat War--- sudah sangat terangsang nafsunya, segera saja kuhentikan gerakan tanganku dan kutujukan kontolku kearah bawah bagian memek nya dan setelah kurasa pas, segera kulepaskan tanganku dan kutekan pelan pelan kontolku kedalam memek War---. Kuperhatikan wajah War--- agak mengerenyit seperti menahan rasa sakit serta menghentikan gerakan pantatnya serta bersuara pelan tepat didekat telingaku…. Aduuuhh … oooomm….Jangaaaannn …..sakiiittt…., Asiihh….takuuut…Oom.
Mendengar suaranya yang sedikit menghiba itu, segera kuhentikan tusukan kontolku dan kuelus elus dahinya sambil kucium telinganya serta kubisikan ..tidak….apa apa….. sayaaaang…. Oom …. pelan pelan saja….kok, untuk menenangkan ketakutan War---. War--- tidak segera menanggapi kata2ku dan tetap diam saja dengan tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku. Karena dia diam saja dan memejamkan kedua matanya, segera secara perlahan lahan, kutusukan kembali kontolku ke dalam memeknya dan terdengar lagi War--- berkata lirih didekat telingaku….aduuuuhh…..sakiiittt…. ooom,….. Asihhh….. takuuuuut, padahal kurasakan kalau War--- mulai lagi menggerakkan pantatnya perlahan lahan. Mendengar kata2nya yang lirih ini, kembali kuhentikan tusukan kontolku tapi masih tetap ditempatnya yaitu dilubang memeknya, dan kembali kuciumi bibir dan wajahnya serta kuelus elus rambutnya sambil kubisiki….takut…apa…sayang…….War--- tidak segera menjawab pertanyaanku itu. Sambil menunggu jawabannya, kuteruskan ciumanku dibibirnya dan War--- mulai lagi melayani ciumanku itu dengan memainkan lidahku yang kujulurkan kedalam mulut nya dan kurasakan War--- mulai memindahkan kedua tangannya dari punggungku ke atas pantatku. Aku tetap bersabar menunggu dan tidak terburu buru untuk menusukkan kontolku lagi. Tetap dengan masih menghisap lidahku, kurasakan kedua tangan War--- sedikit menekan pantatku, entah perintah supaya aku menusukkan kontolku ke memeknya atau hanya perasaanku saja. Sementara aku diamkan saja dan dengan masih berciuman, kutunggu reaksi War--- selanjutnya. Ketika ciumanku kualihkan ke daerah dekat telinganya, kulihat War--- berusaha mengelak mungkin karena kegelian dan kembali kurasakan kedua tangannya seperti menekan pantatku. Lalu kembali kulumat bibirnya dan perlahan tapi pasti, kembali kutekan kontolku kedalam memeknya, tapi War--- tidak kuberi kesempatan untuk berkata-kata karena mulutnya kusumpal dengan mulutku dan kontolku makin kutekankan kedalam memeknya serta kulihat mata War--- menutup rapat2 seperti menahan sakit. Karena kontolku belum juga menembus memeknya, lalu sedikit kuangkat pantatku dan kembali kutusukkan kedalam memek War--- dan…….bleeeeeessssss….terasa kontolku sepertinya sudah menembus memek War--- dan aaaaaahhhh……..sakiiiiit….ooom….,kudengar suara War--- sambil seperti menahan rasa sakit dan berusaha menarik pantatku. Untuk sementara tidak kugerakkan pantatku dan setelah kulihat War--- mulai tenang dan kembali mau menciumi wajahku, lalu perlahan lahan kutekan kontolku yang sudah menembus memek nya supaya masuk lebih dalam lagi. Aaaaaaahhh…..oom….pelan..pelaaaan.., kudengar War--- berkata lirih…Iyaaaa….sayaaaang…ooom….pelah…pelan…., jawabku serta kubelai rambutnya.
Setelah kudiamkan sebentar, lalu kugerakkan pantatku naik turun sangat pelan agar War--- tidak merasa kesakitan, dan ternyata berhasil, wajah War--- keperhatikan tidak tegang lagi sehingga pergerakan kontolku keluar masuk memek War--- sedikit kupercepat dan belum berapa lama terdengar suara War---…..ooom……oooooom.. aaaaaduuuuhhh…
ooommm…aaaaaaahhh…..aaaadddduuuuuhh…aaaaaahh…ooom…, sambil kedua tangannya mencengkeram punggungku dengan kuat dan menciumi keseluruhan wajahku dengan sangat bernafsu dan badannya berkeringat, lalu War--- berteriak agak keras aaaaaaaaaaaaaaaahhhh….oooomm…..aduuuuuhhhhh…..lalu War--- terkapar dan terdiam lemas dengan nafas terengah engah. Rupanya Aku yakin kalau War--- sudah mencapai orgasmenya padahal nafsuku baru saja akan naik. Karena kulihat War--- sepertinya sedang kelelahan dengan kedua matanya tertutup rapat, jadi timbul rasa kasihanku, lalu sambil kuseka keringat wajahnya kuciumi pipi dan bibirnya dengan lembut, tapi War--- tidak bereaksi dan tanpa kuduga di gigitnya bibirku yang sedang menciumnya seraya berkata lirih….Oooom…..nakal…yaaaaa…., War--- baru sekali ini..merasakan hal seperti tadi…., sambil mencubit punggungku. Aku tidak menjawab komentarnya tapi yang kuperhatikan adalah nafasnya sudah mulai teratur dan secara perlahan lahan aku mulai menggerakkan kontolku lagi keluar masuk memek War---. Kuperhatikan War--- mulai terangsang lagi, War--- mulai menghisap bibirku dan mulai mencoba menggerakkan pantatnya pelan2 dan gerakannya ini membuat kontolku seperti di pelintir pelintir keenakan. Gerakan kontolku keluar masuk semakin kupercepat dan demikian juga War--- mulai makin berani mempercepat gerakan putaran pantatnya, sambil sesekali kedua tangannya yang dipelukkan dipinggangku berusaha menekan sepertinya menyuruhku untuk memasukkan kontolku kedalam memeknya lebih dalam lagi dan kudengar War--- mulai bersuara lagi ..aaaaaaahh…..aaaaahh….ooooohhh….oommm…aaaaaaaaah….dan tidak terasa akupun mulai berkicau …..aaaaaaacchhh….aaaaaahhh…Siiiihh…..enaaaakk….. teruuuuuus….Siiiih. Ketika nafsuku sudah mulai memuncak dan kudengar juga nafas War--- semakin cepat, dengan perlahan lahan kupeluk badan War--- dan segera kubalik badannya sehingga sekarang War--- sudah berada diatasku dan kupelukkan kedua tanganku di pantatnya, sedangkan wajah War--- ditempelkan diwajahku. Dengan sedikit makan tenaga, kucoba menggerakkan pantatku naik turun dan setiap kali pantatku naik, kugunakan kedua tanganku menekan pantat War--- kebawah dan bisa kurasakan kalau kontolku masuk lebih dalam di memek War---, sehingga setiap kali kudengar suara nya sedikit keras …aaaaahhh….oooooh. Dan mungkin karena keenakan, sekarang gerakan War--- malah lebih berani dengan menggerakkan pantatnya naik turun sehingga kedua tanganku tidak perlu menekannya lagi dan setiap kali pantatnya menekan kebawah sehingga kontolku serasa masuk semuanya di memek War---, kudengar dia bersuara keenakan ….aaaaahhh…..aaaaaaah disertai nafasnya yang semakin cepat, demikian juga aku sambil berusaha menahan agar maniku tidak segera keluar.
Gerakan War--- semakin cepat saja dan kurasakan wajahnya semakin ditekankan kewajahku sehingga kudengar nafasnya yang sangat cepat itu didekat telingaku dan aduuuuuh…..aaaaaaahhh…..aaaahhh…ooommm….War---…..mauuuuu…keluaaaaaar…aaaaaaah. Tungguuuuu….. Waaaaarrrr…….kitaaaa….samaaa….samaaaaaa… ooom…. Jugaaaaa … mauuuu….. Aaaaaaaaaaahhhhh..aaaaaaaaaahhhhhh….Ooooooommm…..teriak War--- sambil mengerakkan pantatnya menggila dan akupun karena sudah tidak tahan menahan maniku dari tadi segera kegerakkan pantatku lebih cepat dan ccrreeetttt……ccrreeeeeett….ccccrrreeeeeett…dan aaaaaaaaahhhh…siiiiiiihh…. oooom keluaaaaaaaar…… sambil kutekan pantat War--- kuat2.
|
| Ketika aku main gila dengan seorang room boy Posted: 30 Nov 2007 03:12 PM CST Aku baru saja olah raga pagi. Seperti biasa aku olahraga pagi hanya mengenakan kancut minim yang berfungsi sebagai jockstrap [supporter] yaitu pencegah kondor [burut, hernia].
Banyak kancut dan jockstrap yang disukai cowok homosex.Disainnya bagus, minim, maximum exposure dan berlabel [misalnya merk Calvin Klein].Sayang-nya di Indonesia tidak dipasarkan. Sehingga aku terpaksa pesan dari luar negeri untuk memuaskan nafsu homosex-ku mengenakan kancut-kancut minim -nyaris telanjang bulat! Jika mengenakan kancut minim aku merasa seperti tidak pakai apa-apa : telanjang!
Dengan kancut yang minim dan disain rendah itu, mau tak mau sebagian dari jembutku yang hitam dan tumbuh luas itu tampak sebagian dan seakan menyambung dengan pertumbuhan bulu-bulu halus yang ada di perutku!
Saat itu hari masih pukul 06:30. Karena sejak subuh gerimis, aku tidak jogging di luar, tapi hanya lari di tempat sekitar 30 menit dan aku juga baru saja push up dan sit up masing-masing 500 kali serta melatih jurus-jurus karate!Kalau mau aku juga bisa latihan beban di fitness center tapi tentu saja aku tidak bisa berpakaian minim nyaris telanjang bulat seperti di kamar hotel!
Dengan gerakan intens seperti itu, tubuhku jadi bercucuran keringat.Sekali-sekali aku melirik ke cermin.Dengan tubuh yang basah dan berkilat oleh keringat itu lekukan otot-otot di tubuhku jadi tampak makin nyata. Aku bangga dengan tubuhku yang ketat dan atletis itu!
Meskipun tubuhku bercucuran keringat Aku tidak mencium bau keringat atau bau ketiak, karena aku rajin menjaga kebersihan diriku dengan memakai medicated powder anti-bau buatan luar negeri! Aku memang tidak tahan bau yang tak sedap. Oleh karean itu walaupun aku cowok homosex, tapi aku tak suka pada cowok yang bau ketek meskipun dia ganteng!
Sambil memperhatikan tubuhku sendiri bagaikan seorang "narcist" [orang yang terangsang secara seksual pada bayangan tubuhnya sendiri di dalam cermin],aku juga sekali-sekali mengangkat kedua lenganku keatas untuk melihat kedua belah ketiak-ku. Aku lebih menyukai ketiakku bersih dari bulu ketek. Oleh sebab itu aku rajin mencabuti bulu ketek dan juga merapikan pertumbuhan jembut,agar kalau aku telanjang bulat tetap enak dilihat.
Sebagai seorang perwira militer yang bertugas di suatu pasukan elite[khusus] sebetulnya aku sudah memiliki segalanya : wajah yang tampan, tubuh yang atletis ketat berotot,kontol yang besar dan disunat ketat [high and tight],otak yang cerdas, gerakan yang terampil, kualifikasi penerjun dan komando dan banyak lagi lainnya. Kekuranganku hanya satu [kalau itu boleh dianggap kekurangan atau "kelemahan"], yaitu bahwa aku terlahir sebagai homosex tulen 100% dengan score-5 yang artinya tidak terpikat sedikit pun secara sexual pada lawan jenis!
Saat kejadian itu aku baru dua tahun bertugas sebagai perwira aktif. Sebagai perwira muda remaja tentu saja libidoku sedang dalam kondisi puncak dan sedang hot-hot-nya. Tak heran jika aku memerlukan penyaluran dan pelampiasan nafsu sex-ku. Sebagai homosex, tentu saja aku harus mencari partner sejenis dan di hotel bintang-5 banyak cowok ganteng!Kalau di Jakarta aku sering berburu cowok di hotel "M".Di sana banyak satpam dan security officer yang kekar, ganteng dan berkulit terang, sehingga terkesan bersih!
Waktu itu aku menginap di sebuah hotel bintang-5 di Bali.Aku minta izin dari Komandan-ku untuk ke Bali dengan alasan mau menengok keluarga. Memang betul aku punya keluarga di Bali. Tapi untuk apa aku menengok mereka? Aku ke Bali untuk relax dan menenangkan pikiran! Aku tidak menyalahi aturan dan tidak melanggar disiplin militer,karena aku dapat izin dari Komandan dan kebetulan waktu itu ada libur panjang resmi [cuti bersama].
Meskipun sebagai perwira gajiku kecil [walaupun sudah ditambah ULP=Uang Lauk Pauk],tetapi karena aku masih mendapat uang saku dari orang tuaku yang lumayan kaya [ayah dan ibuku punya usaha], aku mampu untuk jalan-jalan ke Bali dan menginap di hotel bintang-5 [five star hotel].
Aku anak tunggal, sebetulnya orang-tuaku tidak setuju aku jadi tentara. Tetapi karena tekadku sudah bulat, beliau berdua akhirnya mau juga mengizinkan aku masuk akademi militer.
JEFFRY SANG ROOM BOY
Ketika aku sedang melakukan pendinginan di kamar hotel itu tiba-tiba bel di pintu berbunyi dan :
"Room service",
terdengar suara bell boy di depan pintu. Semalam sebelumnya aku memang pesan agar makan pagi diantar ke kamar. Ini pasti room boy atau bell boy yang mau mengantar sarapan.
Aku mengambil salah satu dari tiga botol minyak wangiku yang ada di meja dan aku menyemprotkan sebanyak-banyaknya ke tubuhku. Sehingga seakan-akan aku baru mandi minyak wangi.Mau tidak mau kamar itu jadi semerbak bau parfum begitu juga tubuhku jadi harum sekali.Tanpa mencoba menutupi tubuhku yang hanya mengenakan kancut amat minim dengan pola "maximum exposure" [memperlihatkan bagian tubuh sebanyak-banyaknya] dan aku dalam keadaan bercucuran keringat - pintu aku buka!
Melihat aku hanya berkancut, nyaris telanjang, room boy yang berwajah ganteng itu tanpa ragu masuk ke kamar. Mungkin juga dia sudah terbiasa menghadapi tamu hotel yang nyaris telanjang bulat. Terutama turis-turis bule yang kalau berada di kamar mereka sering hanya berkancut saja atau bahkan benar-benar telanjang bulat :
"Permisi, Pak." katanya,dia membawa nampan yang berisi makan pagi.
"Ditaruh di atas meja saja", kataku.
"Baik,Pak" jawabnya.
Seperti umumnya para room boy dan satpam dihotel bintang-5 itu, room boy ini juga ganteng! Tubuh-nya tinggi, ramping tetapi dia berdada bidang dan bentuk tubuhnya atletis. Tampak dia berusaha untuk bersikap tidak memperhatikan tubuhku yang nyaris telanjang bulat itu.
Aku sengaja memilih hotel bintang-5 itu untuk tempat menginap karena di situ banyak room boy dan security officer [satpam] yang ganteng dan bertubuh kekar!
Aku lirik papan namanya : "Jeffry".Namanya mirip Bang Jeffry seniorku diakademi militer yang jadi favoritku. Karena waktu itu Bang Jeffry adalah taruna senior yang paling tampan dan cerdas,juga terkenal sadis kepada taruna yunior. Aku paling suka cowok yang tampan, atletis, sadis dan juga suka menyiksa!Aku terangsang melihat kegantengan Jeffry dan juga tubuhnya yang atletis.
Aku tersenyum kepada Jeffry, dia tampak salah tingkah - tapi dia membalas dengan senyuman.Aku minta receipt[bill] untuk aku tanda tangani. Dia menyerahkan dengan sopan di atas nampan kecil tempat bill, beserta ball pointnya. Sebetulnya breakfast included dalam tarif hotel itu, tapi aku memesan makanan lain, karena itu aku harus membayar dan juga memberi tip kepada room boy!
Sambil menanda-tangani bill aku berpikir cepat. Apakah sebaiknya Jeffry aku cabuli atau tidak. Aku teringat satu peristiwa saat seorang menteri Indonesia[Joop Ave]dilaporkan mengganggu seorang room boy di New Zealand dan menjadi berita besar di media masa. Kalau Jeffry aku cabuli apakah nanti aku jadi berita besar? Aku perwira pasukan khusus yang mencabuli seorang room boy?
Tetapi setan terlanjur sudah mempengaruhi aku agar memanfaatkan "peluang emas" itu! Maka aku pun mulai bertindak.
Nampan kecil berisi bill aku letakkan di atas meja di dekat situ dan aku tarik tangan Jeffry - lalu dengan tubuhku yang penuh peluh dan nyaris telanjang bulat,tetapi harum mewangi bau parfum itu, aku peluk Jeffry dan aku pegang belakang kepalanya agar aku bisa melumat bibirnya yang merah merona, tapi ranum dan amat kelaki-lakian itu.Aku dan Jeffry hampir sama tinggi dan ukuran tubuh kami sepadan. Karena itu aku bisa leluasa menciuminya. Aku lepaskan kenyotan bibirku di atas bibirnya dan aku ciumi lehernya yang putih dan kekar. Agh! Nikmat!! Jeffry menyerah saja. Agaknya dia juga menikmati permainan romantis yang sejenis itu! Meskipun kemudian dia berkata :
"Pak Jangan....Nanti saya dipecat", tapi aku tak perduli.Mulutnya yang sedang menyebutkan kata-kata dengan lirih itu aku sumpal lagi dengan lumatan bibirku!Agh!Nikmat rasanya melumat bibir lagi-laki yang tampan,jantan dan rupawan seperti Jeffry! "Kapan lagi," pikirku!
Meskipun sempat mengatakan "jangan" tapi Jeffry tidak melawan, dia seperti pasrah saja. Karena itu aku makin menggila dan bernafsu! Aku "bawa" dia berbaring ketempat tidur single-bed itu.
Lalu aku lepaskan pakaiannya satu demi satu : rompi hitam dan baju putih seragam, lalu celana luar seragam warna hitam, sampai akhirnya dia hanya mengenakan kancut saja!Jeffry tampak amat jantan dengan dia hanya mengenakan kancut warna hitam. Kontras dengan warna kulitnya yang putih!
Pelahan aku pelorotkan kancutnya ke bawah sampai terlepas di arah kakinya melewati tungkainya yang berbulu halus : Indah!, dan terasa amat kelaki-lakian!
Setelah kancutnya dilepas maka tampaklah kontol, biji peler dan jembutya! Jeffry sudah telanjang bulat!Kontol Jeffry tampak besar,mulai menegang dengan latar belakang hamparan jembutnya yang lebat, hitam dan tumbuh luas! Jeffry cowok hebat dan lelaki sejati!Tampak amat sangat jantan!
Pasti Jeffry bukan orang Bali, karena kontolnya disunat ketat [high and tight]! Jantan dan indah seperti model gay di situs-situs cabul internet!
Jeffry punya tubuh yang bagus dengan lekukan otot yang indah, kulitya yang putih dan wajahnya yang belia serta tampan itu sangat rupawan dan merangsang dalam ketelanjanganya. Apalagi aku melihat bulu keteknya yang hitam, kontras dengan otot lengannya yang putih dan kekar itu, bagiku terasa amat merangsang!
Kontolku makin ngaceng dan terasa agak sakit karena kancutku sangat minim dan ketat. Tetapi kemudian kontolku yang menggembung itu terasa bertambah nikmat!Kancutku segera aku tanggalkan, sehingga kontolku makin terasa nikmat dan juga kencang, setelah bebas dari kungkungan kancut minim itu,kontolku bisa dengan leluasa mengacung ke atas bagaikan sebuah sangkur yang terhunus! Ta'i!
Jeffry terbaring terlentang, kedua tangannya di samping badannya,kontolnya yang mengacung itu seperti "terjatuh" di arah jembutnya.Lalu kontol Jeffry aku ambil dan aku main-mainkan! Aku elus elus bagian bawah kepala kontolnya bekas tempat frenulum yang tampak sudah dipotong waktu Jeffry disunat dulu! Kontol Jeffry aku gosok-gosok aku rangsang,lobang kencingnya yang basah oleh mazie [pre-cum]itu aku raba-raba dengan telapak tangan-ku. Jeffry menggelinjang, mungkin merasa nikmat dan perih sekaligus bercampur-baur karena lobang kencingnya tentu sensitif! Telapak tanganku jadi terasa licin dan lengket oleh mazie Jeffry!
Tanganku pun tak mau sia-sia, aku jelajahkan ke jembut,lalu kedua puting susunya aku main-main-kan, aku pelintir dan aku tekan-tekan. Nikmat sekali! Lobang pantatnya juga aku sodok-sodok dengan jari telunjukku.Tapi poros ususnya kosong tidak berisi ta'i! Lalu jemariku juga mengobok-ngobok kedua belah ketiaknya yang berambut dan terasa basah oleh keringat!
Jeffry menggeliat, dia tersenyum.Aku makin gemas dan kontol Jeffry Si Room Boy itu lalu aku kocok-kocok. Jeffry seperti menggumam: Hhhh Hhhh Hhhh, MMMPH MMMPH MMMPH! Mungkin marasa amat nikmat!
Tiba-tiba : CROOOOOOOOOT!CROOOOOOOOOT!CROOOOOOOT! CROOOOOOOOT!CROOOOOOOT!CROOOOOOOT!CROOOOOOOT!, pejuh Jeffry muncrat. Banyak sekali seakan tak akan pernah berhenti. Pejuhnya tercecer di perut dan jembutnya.....
JEFFRY AKU ENTOT
Melihat Jefry memancarkan pejuh, aku jadi merasa berhak juga mendapat kenikmatan. Karena itu aku berdiri dan dalam keadaan Jefrry masih berbaring terlentang dan nanar sehabis mengeluarkan pejuh, aku angkat kedua tungkainya dan aku lebarkan sehingga aku menampak lobang pantatnya. Lalu aku sodokkan kontolku yang sudah kencang,tegang,dan merah ungu berkilat-kilat kepalanya itu kedalam lobang pantat [bool] Jeffry !
Tanpa ampun aku sodokkan kontolku ke lobang pantat Jefrry. Jeffry seperti kaget mengejang, aku jadi makin tambah bernafsu dan aku hajarkan kontolku semakin jauh ke dalam lobang pantatnya, sehingga Jeffry tampak menyeringai kesakitan dan merintih :Aagh! Aagh! Terkaget-kaget setiap kali kontolku aku sodokkan ke lobang pantatnya yang sempit itu!Tapi aku tak peduli!Aku maju mundur-kan kontolku sambil terus merojok boolnya sampai akhirnya aku merasa sudah akan mencapai puncak syahwat!
Kontol Jeffry yang belum sepenuhnya layu itu tampak mengeras lagi dan kepala kontolnya mulai berkilat, sedangkan lobang kencingnya seakan menganga seperti mulut ikan. Mungkin juga dia terangsang lagi dan merasa nikmat karena kontol-ku merojok kelenjar prostatnya! Dengan tanganku, kontol Jeffry aku elus-elus dan aku kocok-kocok lagi. Jeffry menggeliat, kedua puting susunya tampak tegang melenting. Hal ini menunjukkan bahwa nafsu Jeffry sudah bangkit lagi! Jeffry melenguh lagi seperti kerbau : MMMMPH MMMMPH MMMMMPH!
"Siapa tahu pejuh Jeffry masih bisa muncrat lagi",demikian pikirku!Aku terus mengocok kontol Jeffry dengan intens dan Jeffry menggeliat serta menggelinjang, pasti dia merasa teramat nikmat!
Tetapi aku tidak bisa menahan desakan pejuh di ujung lobang kencingku lagi, dan akhirnya : CROOOOOOT! CROOOOOT!CROOOOT!.Pejuh aku keluarkan di belahan pantat Jeffry.......!
Sambil memuncratkan pejuhku, aku tidak henti-hentinya mengocok kontol Jeffry dan ....beberapa detik setelah pejuhku muncrat, pejuh Jeffry juga muncrat untuk kedua kalinya : CROOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! Pejuh Jeffry berceceran di dada, perut dan juga jembutnya. Indah sekali! JANTAN!!!
Selesai melepaskan pejuh,aku berbaring disamping Jeffry sambil telanjang bulat.Aku pegang tangan-nya dan aku remas jemarinya. Aku mau menunjukkan bahwa aku sayang Jeffry. Lalu aku bangkit dan berjalan mengambil uang US $ 100,- dari dompetku. Aku selipkan di jemari Jeffry yang juga kekar dan hangat itu.Lalu aku bisikkan ke telinganya :
"Aku sayang Jeffry"
Aku masuk kamar mandi untuk mandi junub dan membersihkan badan.Waktu aku keluar kamar mandi, Jeffry sudah berlalu! Jeffry sempat merapikan tempat tidur yang berantakan akibat jadi tempat main cabul tadi!
Rupanya Jeffry membersihkan pejuhnya yang tadi berceceran di badannya dengan tissue. Di tempat sampah yang sebelumnya kosong,aku lihat tumpukan kertas tissue yang tampak basah dan penuh dengan lelehan pejuh!
ANTICLIMAX
Aku makan pagi sendirian dengan lahap,karena aku lapar, barusan olahraga yang intens dan main sex dengan cara mencabuli Jeffry! Aku mulai sadar lagi bahwa adalah aku seorang perwira pasukan elite!
Tiba-tiba aku teringat peristiwa New Zealand! Bagaimana kalau Jefrry mengadukan perbuatanku? Mukaku mau ditaruh dimana? Karena itu aku cepat-cepat makan dan berkemas! Setelah itu aku cepat-cepat check out, membayar kamar, lalu aku kabur dari hotel bintang-5 itu, mencari hotel bintang-5 lain!
Tamat |
| Kolam Renang Ancol Posted: 30 Nov 2007 03:09 PM CST Aku tinggal disuatu kompleks perumahan kelas menengah di Jakarta Timur , tidak terlampau besar , kurang lebih dihuni oleh 150 keluarga kelas menengah keatas . Hanya beda 1 jalan dari rumah , dipojokan terdapat rumah yang sangat asri yang ditempati oleh keluarga pak Juli seorang pengusaha tanggung yang kegedean lagunya . Biarin deh dia belagu terus yang penting bokinnya cing...kutilang ( kurus tinggi langsing ) , kulitnya kuning , rambutnya hitam abis dan matanya tuh...geunit pisan . Dikompleks diantara Bapak - bapak muda pembicaraan mengenai bokinnya Pak Juli enggak pernah kering , giliran yang rumahnya ketiban arisan Ibu-ibu kompleks pastilah sang Bapak selalu stand by dirumah . Enggak lain enggak bukan soalnya Mbak Candra begitu namanya , terkenal kalau pakai baju paling berani , pakai rok mini baju rendah belahannya dan paling sering ngongkong duduknya . Yang lebih gile lagi kalau dia tahu sang Bapak ada dan ngelirik doi , secara sengaja dia pamerin CD nya yang sumpah jembutnya sebagian betebaran nongol keluar dari pinggiran CD-nya .
Bulan lalu , rumah gue yang ketiban rejeki ngadain arisan , so pasti gue pura -pura repot bantuin bokin nyiapin segalanya , tau dong gue musti tampil keren abis , jeans Versace dan baju gombrong Guess sengaja gue lepas kancing atasnya , biar sexy katanya . Bener aja , gue liat si Mbak Candra duduk dipojokan menghadap kamar kerja gue yang pintunya gue buka setengah aja . Sambil menghadap komputer secara nyamping gue bisa melihat kearah ruang keluarga , khususnya kearah doi duduk .
Sundel banget , doi sore itu pakai rok mini hitam kontras dengan kulitnya dan pakai baju beige yang ketat , tapi bahannya alus banget . Gue masa bodo deh denger ibu - ibu berkicau yang penting gue bisa liat terus Mbak Candra yang sesekali juga ngelirik gue , kalau bertatapan gue senyum doi juga dong .
Mulailah doi buka jepitan pahanya , asli coy celana dalemnya yang krem keliatan , tengahnya keliatan item pasti karena jembutnya yang lebat , dan duile itu jembut gimana sih koq pada berurai keluar . Tiba - tiba doi ngedipin gue , terus gue bales ngedip sambil julurin lidah , eh dia malah senyum senyum dan sambil meremin matanya seperti orang kalau lagi keasyikan di toi .
Gue makin nekad , sekarang gue ngadep kedia sambil ngangkang dan secara atarktif gue usap-usap kontol gue dari luar celana , terus gue kasih kode supaya dia menuju kamar mandi , belagak kencing lah . Doi ngangguk , terus dia samperin bokin bilang mau numpang kekamar mandi . Gue dan doi tahu banget , dikamar mandi luar masih dipakai sama ibu Agus yang gendut dan beser melulu . " Mas , ini ibu Candra mau numpang kekamar mandi yang disini " bini gue dengan polos ngajakin doi kekamar mandi yang ada diruang kerja gue . " Ya nih Pak Luki , abis kamar mandinya masih lama rasanya dipakai Ibu Agus " " Numpang ya , abis udah enggak tahan kebanyakan minum " biasalah doi basa-basi biar enak dikupingnya bokin . " Silahkan Bu , tapi enggak papa khan saya nerusin kerja dikomputer , maklum Bu belum jadi pengusaha seperti Pak Juli " " Ah Pak Luki bisa aja " kata doi sambil nyelonong kekamar mandi gue .
Dasar otaknya juga pinter dalam hal berselingkuh , doi buka pintu kamar mandi setengah dan bilang " Pak Luki , ledengnya rusak ya ? " bokin gue masih ada lagi disitu . " Mas coba liat dulu deh , bantuin Ibu Candra , malu-maluin aja kamar mandinya " bokin gue setengah ngomel . " Biar dibantu sama Mas Luki ya Bu , dia yang sering pakai kamar mandi itu " terus bokin balik lagi kekamar tengah , soalnya bokin musti tanggung jawab dong sama rakyat arisannya .
Dengan belagak males - malesan gue berdiri , eits kontol gue masih ngaceng lagi , ah cuek deh . Mbak Candra ngelirik juga dan secara refleks doi ngeraba selangkangannya , anjir....terang aja itu tenda celana gue makin tinggi , "Hayo , celananya kenapa tu" dia berbisik waktu gue masuk kekamar mandi . "Kamu sih bikin aku horny , jadi aku yang sengsara deh , mana pakai jean lagi " gue nekad ngomong gitu sambil ngeraba paha mulusnya . Gilanya doi bukannya marah malah bilang " Ya , kalau dibagian itu sih belum asyik " " Abis yang mana dong kalau asyik " gue masih setengah berbisik menyelusurin pahanya kearah memeknya yang bejembut gila . " Nah yang itu baru asyik , kamu juga kalau saya gituin juga asyik lah " gantian doi yang ngelus kontol gue dari luar sambil coba - coba buka retsleitingnya . Busyet gila juga ini perempuan , mana bau Isei Miyakenya merangsang banget .
Gue enggak tahan , " Mbak ngentot yuk " kata gue edan-edanan . " Ayo , kapan dong , mending berani lagi " tangannya sekarang udah masuk kedalam jeans gue dan mulai narikin halus kontol gue . " Eh , siapa takut apalagi kalau ngentotnya bareng Mbak " gue sekarang udah berhasil masukin jari kedalam memeknya yang basah dan lembab . " Besok ya , kekolam renang Ancol , jam 10 "
Babi banget nih si Mbak , kenapa kekolam renang sih , emangnya gue kecebong .
Besok jam 10 kurang seperempat gue udah stand by diparkiran kolam renang Ancol , gue telepon dia dengan no yang dikasih kemarin secara rahasia . " Mbak , aku udah sampe nih , kamu dimana " gue rada was was juga kalau doi enggak dateng . " Ini aku baru mau masuk Ancol , tungguin ya , kontolnya udah ngaceng lagi belum " sialan ngetest gue kali , tapi koq kedengarannya rame banget sih ada yang cekikikan dibelakangnya . Mati gue , jangan - jangan gue mau dijebak , siapa tau dia bawa bokin gue juga . " Kamu sama siapa sih , koq rame banget , gue jadi bisa enggak ngaceng lagi nih " " Janjinya gimana sih , katanya mau ML eh kamu bawa orang lain " setengah kesel gue ngomong ditelpon . " Pasti deh janjinya , pokoknya asyik banget kamu nantinya " dia ngalemin gue .
Enggak sampai 10 menit , mobil Honda putihnya mendarat persis disamping mobil gue . " Surprise , nah ketauan ya enggak ngajak - ngajak kita " suara 2 Ce temennya Candra teriak bareng . Waduh pucet banget gue , karena ternyata yang diajak juga tetangga gue , Mbak Rina bininya pak Joko dan Mbak Ita bininya pak Raja . Salah tingkah abis gue . " Eh , kaget ya , take it easy aja , khan udah kenal , asyik-asyik aja deh pak Luki , eh kalau diluar Mas Luki dong " Mbak Ita yang mungil dan putih ( persis banget Kris Dayantie ) itu nyerocos aja membuat suasana jadi enggak tegang . " Enggak deh kita bilangin sang istri " si Rina yang body dan facenya seperti Dian Nitami nambahin , ya gue makin ngerasa siep banget dong . Tapi kewaspadaan tetap dipertahankan jangan lengah man .
Setelah basa basi bentar , " Udah ya , pokoknya enggak ada yang boleh tahu selain kita - kita ya Mas " Rina sekarang yang membuat gue makin PD . " Pokoknya enjoy aja deh , kita bertiga udah kompak berat lho " Candra tanpa sungkan ngegandeng gue menuju loket . " Khan gue yang janjian sama Mas Luki , elo pada jangan ngiri ya , entar juga kebagian " .
Kepala jalan sekarang si Rina , doi pesen kamar ganti dan bilas keluarga . Sekalian pesan ban renang 2 buah yang guede banget . Ampun , ide apalagi sih . Seolah kita sekeluarga enteng aja mereka ngajak gue masuk bareng keruang ganti dan bilas .
Denngan tenang mereka buka rok , baju dan terus BH , sialan mereka tenang aja seolah gue enggak ada disitu . Gila aja kalau gue enggak ngaceng liat Candra , Rina dan Ita yang umurnya sekitar 30 an pada memamerkan bodynya . " Eh , Mas Luki mau berenang atau mau nonton kita streap tease " kata si Ita sambil buka BH putih transparantnya . " Ya terang mau berenang dong , tapi aku maunya sih bilas dulu ah , masak langsung berenang " gue akal - akalan supaya mereka juga mau berbulat ria , tanggung amat baru liat toket dan setengah body . Gue buka baju dan celana , begitu tinggal CD mereka teriak bareng " Asyik ya , udah ngaceng " " He eh abis kalian sih begitu merangsang dan mempesona " kata gue sembarang siap - siap mau buka CD gue . " Ah enggak fair nih , masak jadi aku duluan yang telanjang , barengan dong jadi aku enggak malu " " Hu...maunya tuh , ya Candra kamu khan yang punya ide , kamu dulu dong...mana jembutnya aduh udah pada keluar tu " kata si Ita sambil narikin jembutnya Candra yang nongol terus dari pinggiran CD . " Aku sih Ta prinsip , sekali buka celana pantang kalau enggak di......" " Joss !!!!! " Ita dan Rina seperti koor nerusin apa maunya si Candra . " Ia deh , gue juga malu khan kalau keluar kamar ganti nanti swempaknya ada tenda mancung ". Cari pembenaran dong . " Bisa bubar orang dikolam nanti , elo pada mau ya gue jadi tontonan " gue belagak memelas sambil nunjukin si Monas.
Supaya enggak kaku , gue datengin si Candra yang masih berdiri dekat gantungan baju , gue peluk doi dengan kedua tangan dibagian pantatnya , gue cium bibirnya ala French kissing , lidah saling ketemu . " Wow , nafsu nih ya " si Ita ngeledek . Asyik banget deh pantat si Candra yang nonggeng gue remes - remes , tempelin abis mekinya dengan kontol gue , Candra langsung horny pingggangnya digoyang yang otomatis mekinya berputar diatas kontol gue . Sekitar 3 menit adegan itu gue pertahankan , sebenarnya gue udah nafsu banget mau langsung masukin kontol gue kememeknya Candra yang gue yakin udah basah . Sabar cing gue musti cool dong , pasang strategi soalnya masih ada 2 nonok lain menanti .
Perlahan gue melorot , dengan tetap mata memandang dia tangan gue pindah berputar meremas perlahan toketnya yang pentilnya relatif masih belum gede . " Eh elo jangan ngiri , sementara belum dapat giliran elo pada meremas sendiri aja dulu " masih sempat juga Candra ngeledek temannya yang terpana melihat gue yang sambil meremas toketnya sambil usaha jongkok depan dia , pakai gigi gue tarik perlahan CD nya . " Enak ya Can remasannnya Mas Luki ? " Rina bertanya tanpa arah karena gue tau dia juga tanpa sadar meremas dan memilin pentil toketnya . " Kita suruh buka sendiri ya " Ita protes narik sedikit CDnya sambil tangannya ngobel memeknya sendiri .
" Sini dong sayang , tangan gue enggak sampe kalau elo pada jauh - jauh " Gue enggak bisa ngomong panjang lagi karena Candra narik kepala gue kearah nonoknya minta dijilat , setelah CDnya melorot sampai dengkul kakinya . Anjir....kesampean juga gue jilatin dan rasain nonoknya Candra yang jembutnya gilaaaaaa !!!!! Itilnya agak gembung , merah banget , gue tahu setelah berupaya keras menepis bulu jembutnya .
Sejenak ruang ganti sunyi , sambil ngejokil abis liang kenikmatannya Candra gue solider untuk pelorotin CD nya Rina dan Ita barengan , dan inilah pemandangan matanya pemirsa sekalian :
Candra , toketnya 34 bentuknya bagus banget , pentilnya agak gede kecoklatan , kulit seluruh bodynya coy kuning kencang mengkilat , bagian pantat ada sedikit selulit , jembutnya...khan udah tau elo pada en bulu keteknya idem ditto. Yang jelas enggak rapi , serabutan menutup semua bagian memeknya mendekati puser . Sambil ngedorong pantatnya kedepan supaya lidah gue bisa lebih dalam masuk kelobang nonoknya , dia terus mendesah , kaki kananya ngegesek pelan kontol gue dari luar CD , sambil usaha masuk dari samping CD .
Rina , yang gue pelorotin pakai tangan kanan , toketnya gede agak panjang seperti pepaya , kulitnya sawo matang , maklum Jawa Solo sepertinya , bulu ketek anti cukur , serabutan disekitar susunya yang 36 . Pentilnya agak masuk kedalam . Pahanya kencang , tinggi sekitar 170cm , jembutnya keriting rapi , diatur sekitar lobang nonoknya ( Sering berbikini kali..) Lobang nonoknya memanjang , dibawah lipatan perut ada bekas jahitan Caesarnya . Doi terus meremas susunya sambil liatin tangan gue yang lagi berusaha nurunin CD pinknya . Supaya cepat , doi ikut ngebantu nurunin CDnya .
Ita , siimut , tinggi sekitar 158 lah , jembutnya paling jarang jadi bagian dalam memeknya yang merah muda gampang keliatan , toketnya kecil kenceng ukuran 32 , perutnya rata , paling kalem keliatannya tapi tangannya aktif terus megangin bokongnya sendiri , jangan - jangan doi paling hobby dibol dari belakang .
Ngimpi apa gue liat tetangga gue pada telanjang bulet , elo elo yang belum ada pengalaman maen sama bini orang , gue anjurin deh elo cari mereka bertiga , enggak resek , berpengalaman dan tahu penuh apa enaknya ML . Kalau mau orgy cari yang sehati , kompak istilahnya dan enggak egoist , artinya mereka berupaya menikmati SEX sepenuhnya tanpa ada rasa sungkan , rilex dan terbuka . Hal ini juga gue buktikan sebelumnya dengan 2 sahabat mahasiswi yang kompak , tapi ya kita harus konsider atas kebutuhan jajannya lah , jangan merki . Kurang yakin kemampuan ya modalin VIAGRA yang paling mahal Rp. 150.000 / pil 100 mg .
" Ya kamu pada mandi dulu deh dishower " kata gue pelan , sambil menjilat sisa juicenya Candra yang ada disekitar bibir gue .
Candra enggak bereaksi , dia nuntun gue ketempat duduk , pas gue duduk dia jongkok didepan gue dan brebet dia tarik CD gue , dia pandangin seluruh kostruksi kontol gue , enggak pakai komentar yang basi seperti cerita bokep yang lain , " Aduh gede amat kontolnya , atau sok ngebandingin sama kontol Co yang lain , itusih kuno , tipu....!!! Jangan mau elo dibohongin sama yang bikin cerita , itukan cuma kebanggaan semu , yang penting gocekannya bukan gedenya , emangnya mau modal berat aja...tipuuuuu......"
" Jangan kelamaan Can , langsung maenkan , tunjukan kecanggihannya , apa perlu gue nih yang terjun " Rina sewot ngeliatin Candra yang masih memandang kontol gue sambil ngurut dari arah palkon kepangkalnya , tanpa komentar sambil tangan kirinya kasih kode enggak perlu , langsung kontol gue mulai dijilatin perlahan . Seluruh kepala kontol gue ( helmnya ) dijilat berputar , doi tau bagian yang paling enak yaitu dibagian bawah Palkon sekitar sambungannya . Cairan bening gue dijilatin sambil matanya memandang arah mata gue , seolah butuh pengakuan atau komentar Gue cuma bisa angkat 2 jempol , bravo go ahead Can . Selanjutnya cepet banget lidahnya bergeser enggak berhenti menari disekitar batang kontol , begitu dikemot kedalam mulutnya yang memang sexy dia keluarin cadangan ludahnya , jadi rasanya kontol gue berenang didalam air ludah , enggak ada rasa gigi Cing , belajar dari banci Taman Lawang kali . Gue udah seperti kura - kura yang dibalik , kaki gue kelayapan , gue tumpangin diatas pundaknya sambil kalau gue udah enggak tahan kepala si Candra gue bekep abis sama paha gue .
" Rina - Ita sini dong , gue mau nih megangin tetek dan nonok kamu " Enggak sampai 2 kali order mereka langsung nyamperin gue dan Candra . Si Rina nyodorin susu pepayanya minta gue isap dan siimut Ita ngangkat kaki sebelah keatas bangku , berdiri disamping gue dan minta dirojok nonoknya dengan telunjuk gue yang masih bebas karena belum ada order . Gue pegang nonoknya yang merah sudah rada becek , maklum turunan Cina , begitu telunjuk gue masuk dia yang gerakin pinggulnya maju mundur kaya lagi ngentot aja gayanya . Doi merem melek ngerasain bulu - bulu yang ada ditangan gue , tangannya ngusap pentil susu gue secara beraturan . Bibirnya ngejilatin bagian dalam kuping gue yang rada caplang , kadang ngemut juga bagian gelambir telinga ogud , terus berbisik supaya enggak kedengaran sama yang lain " Mas Luki , pejunya jangan diabisin semua ya , kamu mau enggak ngerasain bokongnya Ita " ...Busyet bener khan doi doyan dibool , buktinya begitu gue pindahin jari kelobang pantatnya udah rada longgar , gila kali pak Raja , doyan bener sodomi bokinnya yang imut . Gue cuma ngangguk dan nyodorin bibir gue buat ngerasain juga ciumannya si Ita . Wangi banget deh si Ita , bau Kenzonya makin ngerangsang gue .
Biar adil nonoknya Rina yang jembutnya rapi gue rojok juga , masih agak kering tapi mantap itilnya tebal , karena ngerasa agak dicuekin kali , enggak sabar si Ita sekarang jongkok dibelakang Candra , tangan kanannya ngelus tetek dan pentilnya Candra dan tangan kirinya berusaha ngobok - ngobok nonoknya Candra yang makin basah , soalnya gue liat kadang - kadang si Ita jilatin jarinya yang basah berlendir , apalagi kalau bukan juicenya Candra yang asyik banget rasanya .
Candra makin asyik aja nyepong gue , badannya menggeliat - geliat karena keasyikan dikobel Ita , gue tau terkadang Ita masukin telunjuknya kedalam pantat Candra , entar gue timpa juga deh boolnya Candra , gue berandai andai .
Gue cuma bisa teriak kecil " Ngentot.....gila ngentot enak bener sama kamu pada , Candra uhhhh...uhhhh....abis ini gue entotin elo ya , gue nggak mau ngentotin kamu dari belakang , gue mau ngentot sambil terus ngeliatin nonok kamu yang jembutnya gila.." " Rina , gue mau ngentotin kamu sambil duduk biar gue bisa terus meres tetek kamu yang sexy banget " gue ngomong terus ngaco . " Ta , gue ngentotin kamu dari belakang ya Ta , gue pengen ngentot dilobang pantat Ta , abis elo sexy banget sih goyangnya " Elo gue saranin deh kalau lagi ngentot musti sering - sering ngomong yang vulgar , Ce jenis apapun makin nafsu dengernya , dan elo gue jamin makin nafsu kalau Ce yang bukan Cabo atau Pecun teriak ngomong vulgar juga . Wuih ai jamin dah.....
" Mas Luki , nanti pejunya buat Rina juga ya , jangan disemprot semua kemulutnya Candra " Rina sambil narik perlahan rambut gue juga turut berharap dengan memandang nafsu kerah kontol gue yang udah abis dikemot Candra ." Terus gue kebagian apa dong , gue mau juga dong ngerasain pejunya Mas Luki " Ita protes ke Rina pura - pura belum minta jatah dari gue . Enggak tahan gue tarik kontol gue yang enggak begitu gede dari mulutnya Candra , gue dudukin si Rina kebangku , gue kangkangin pahanya yang juga seperti si Dian Nitami , penasaran gue sih mau liat dalemnya . Gue jilat itilnya yang udah rada ngegelambir , gile cing juicenya asyik banget rasanya , banyak banget dan meleleh ke bagian lobang pantatnya . Tanggung gue jilat sekalian lobang pantatnya yang berwarna coklat , yang didalamnya masih juga bejembut . Candra bantuin ngisepin teteknya Rina , tangannya ikut bantu ngedorong kepala gue supaya makin masuk ngejilatin nonoknya Rina yang rapi tercukur jembutnya . " Ah gila Candraaaaa.......Mas Luki enak banget ya jilatannya , aduh mama.....mama....aku ndak tahan nih ,.....Candra elo apain sih pentil aku....enakkkkkk Can...." Rina meronta - ronta yang membuat toketnya bergelantungan kekiri dan kekanan , pemandangan semakin horny cing .
Eh kemana si imut Ita , doi kalem aja , pantat gue diangkat pelan sampai ketinggiannya sejajar kepala gue yang berada didaerah selangkangan Rina , doi duduk menyelinap melalui selangkangan gue sekarang jadi duduk menghadap kontol gue yang terayun bebas . Cepat dan tangkas dia hisap kontol gue dengan mulutnya yang mungil , maju mundur berupaya menelan habis seluruh batang kontol gue . Sesekali dia pindah mengulum biji peler gue yang jembutnya lumayanlah , wuih cing asyik banget....... Saking imutnya seprti kancil dia menyelinap melalu selangkangan bergerak menuju arah belakang , dia remas - remas pantat gue.. Gue kaget , tiba tiba ada rasa aneh geli - geli asyik dilobang pantat gue yang sedikit berjembut ,....ih apaan sih ... Anjir .....rupanya lidahnya Ita yang menari disekitar lubang pantat yang kadang - kadang dia coba julurin masuk . Nah sekarang gue enggak heran kenapa Homo doyan dimonon , rupanya emang enak kalau bool kita dimasukan sesuatu .
"Ta.....terus Ta....entar gantian deh gue jilatin anus kamu yang merah jambu.....terus Ta...asyik..., enak gila....." gue sejenak melupakan tugas ngejilatin nonoknya Rina . " Mas Luki....Rina hampir nih....lagi dong jilatin....tanggung dikit lagi Mas...aduh tega ya...." Rina mengharap gue bertindak . Langsung gue sosor lagi nonoknya , gue jilat abis lelehan juicenya yang mengarah kelobang pantatnya , gue jilat terus ...menuju bolnya dan Rina makin menggeliat - geliat seperti ayam yang dipotong tanggung .
" Mas.....entotin aku dong , sebentar aja deh pasti keluar " Rina mengangkat kepala gue sambil berharap benar . Gua bertindak gentle dong , jangan buat dia kecewa , secara berlutut gue pegang batang kontol gue yang masih basah karena campuran ludahnya Candra dan Ita . Ita sigap pindah tempat disisi kiri Rina , sementara si Candra tetap pada posisinya dikanan Rina sambil terus meremas toket pepayanya Rina .
Kesemuanya kelihatan menanti apa yang akan terjadi , " Candra - Ita , gue ngentotin Rina duluan bukan berarti elo pada gue nomor duakan , gue janji deh elo semua satu persatu akan gue entotin juga " " Okay Mas , buat kita enggak ada masalah yang penting kita bener - bener ML " Candra memberi semangat . Gue salut abis sama si Candra , solidaritasnya tinggi , tidak egois , pantas dia jadi kepala gang . " Ya Mas Luki , khan Mas Luki nantinya bisa ganti namanya jadi Mas Cipto ( Cicip roto ) " si Ita ikut nimpalin .
Perlahan gue arahin kontol gue yang bentuknya agak mengarah kekiri kepalanya , enggak sulit masukin nonoknya Rina , tapi buat menghargai doi gue pura - pura merasa susah dong . Blebessss......gile cing , emang bener ngentot tu enak banget . Gue tolak pinggang pakai tangan kiri , kontol gue yang 15 cm maju - mundur terus , meliuk kiri kanan , berputar mencari itil dan G spotnya Rina .........." Mas Luki ,......ya..ya...yang disitu yang marem Mas " Rina bergetar , semua bagian bodynya yang enak - enak ada yang bertanggung jawab , nonok - toket kiri dan kanan , lobang pantat ada koordinator lapangannya ( KorLap )
" Enak ya kontolnya Mas Cipto ..eh Mas Luki ....,...terus Rin ..goyang terus Rin...nikmatin abis...jangan ditahan - tahan " Candra tetap memilin pentilnya Rina sambil matanya nafsu melihat kontol gue yang bekerja dimemeknya Rina . " Ayo terus Mas Luki ...bikin si Rina puas ,...sini dong tangannya yang satu " Candra bernasehat sambil minta jatah dirojer nonoknya . Kalau mau jujur seharusnya gue musti muasin Candra duluan , disamping memang target utamanya khan dia tadinya , enggak pakai dua kali lagi gue masukin jari tengah gue kedalam nonoknya yang sudah semakin basah .
" Aghhhhhh....agh....... aku dapet Can...aku dapet Ta......, Mas....ini ya Mas rasanya enaknya ngentot " Rina makin mengelinjang . " Mas....nanti lagi ya....Massss.......asu....asu.....peline kui lho Mas..., maremmmmmm" hu...keliatan aslinya deh si Rina , keluar Jawanya . Gue tancep lebih dalam kontol gue , tanpa gerakan lagi gue pendam habis....dan emang bener enaknya Ce Solo , tau enggak lo...tiba-tiba gue merasa ada sesuatu yang berputar - putar cepat dibagian kepala dan batang ..
" Aduh..aduh apaan nih Rin , aduh...gila asyik - asyik...." gue senyum sambil terus tancepin kontol gue . " Nah , baru tau dia ...makanya jangan main - main sama Ce Solo " Rina nyubit perut gue sambil senyum lebar ngeledek .
Perlahan gue tarik keluar kontol gue yang masih ngaceng abis , keliatan makin berurat kayaknya .
" Waduh Candra , enggak salah deh kita janjian sama Mas Luki " kata Rina sambil balik meres toketnya Candra dan Ita . " Bener ya Rin , enak banget ya ngentotnya....ih kamu keringetan banget deh " Ita melap keringat disekitar leher sampai perutnya Rina .
" Hayo ,sekarang siapa nih yang bertanggung jawab mengeluarkan peju gue " dengan pura - pura marah gue liat kearah Candra . Soalnya seperti gue bilang , Candra adalah target utama , jadi dia musti tau dong .
Elo ngebayangi enggak sih Candra seperti siapa , tidak lain adalah paduan antara Iis Dahlia dan Cut Keke , nafsuin khan . Nah gimana gue ngentotin Candra dan siimut Ita , ya ntar deh gue terusin ceritanya. |
| Sex Education Story Posted: 30 Nov 2007 03:03 PM CST If you would like to add your personal stories of Sex Education, then please email us with what you would like to say.
|
| Annette Posted: 30 Nov 2007 02:52 PM CST Hi, My name's Annette I'm 21 and I live in Australia.
I had already pieced together most of the "sex talk" before I was eight. When I was six, me and my friend used to put socks down out undies and hump each other before we even knew what we were doing. my first educational experience was at a drive-in one evening with the family when I decided to go wonder off and see what was screening on the opposite side to our screen. This was a revolutionary moment for me. The movie was Lightning Jack - A comedy about two outlaws who just wanted to be wanted. There was some scene involving a mute black man, a sexually confident saloon girl and a saddle. I haven't watched the film since so my memory is most likely a bit blurry. But that pretty much gave me the information I needed to start piecing things together. I came to the conclusion that babies were made from a man's sweat when he has an intense need to hold a woman.
I've been pretty sexually aware ever since. So before knowing anything about erect penises and seamen and intercourse, I learned the key element behind it all. The want for another body/lust. My first sex-ed class was when I was 9, and it was purely puberty based, and well done. I think it's important for children to be taught sex-ed at school because not all parents are up for the job, and not all children are willing to be that open about their sexuality to their parents. We has sex-ed classes every year from what I can remember. We had a box where we could leave anonymous questions for them to be answered the the next class. I remember asking the teacher if we could get pregnant while on our period. That seemed to baffle her a bit coming from a 10 year old.
I didn't actually go through any sexual development until I was 12, and by then I'd been told all about different sanitary items, with and without wings! light vs. heavy etc etc. Out classes by the age of 12 were pretty much confirming knowledge about sexual development, and informing us about sexual intercourse in more detail. Previous years were pretty much "this goes in here, seamen comes out, travels along here meets the egg and BABY". In High school the pubescent education was over. It was from then on more like a sexually orientated biology lesson. Learning what develops at each stage of pregnancy. Shown different contraception methods, shown how to put condoms on, learned all the statistics, all about when people ovulate, hormone levels for both sexes. All in all a pretty good education.
Just recently I watched a television presentation called "Texas teenage virgins" and it scared the crap out of me! Here I am coming from a really well informed perspective and hearing how some of the kids weren't taught anything about sexual intercourse because abstinence is the best option. It's impossible to argue with that, but every body has hormones therefore everybody is susceptible to having sex so everyone should be educated on what they can arm them with to prevent things like STDs and pregnancy when abstinence fails. I'm now really keen to become a sex-Ed teacher. I believe there's a few gaps in our sexual education I could fix as well.
From my experience we're more likely to have sex when it's late at night or you're alone with someone of your sexual preference or you've been drinking or You've been watching a raunchy movie together or it's dark. Things easily avoided if you don't want to have sex. My life would have a been a bit less eventful if I didn't do a lot of those things.
But thanks to my education, I've never done anything as a teen I've regretted.
|
| Daniel Posted: 30 Nov 2007 02:51 PM CST I am 22 years old and I've had 2 sex-ed classes.
The first was in Bettendorf, Iowa and I was in 6th grade. I had moved there during my 5th grade year. The class I had was a comprehensive sex-ed class. I took it during the 2nd semester of that year. There are many things to say about this especially since I have a near-photographic memory.
Looking back, this class was a disservice for me. Long story short, it was too intense and I was not ready for such detailed information. At the end of the course I believe that I was addicted to sex and sexual thought.
The biggest reason why this class had such a negative impact on me could be pinned on one thing: posters. Specifically, posters of male and female genitalia. They were displayed on the wall of the classroom and I remember very clearly that I stared at the female one every day (I'm a guy if you haven't figured it out yet). This was the equivalent of looking at pornography everyday. Since guys are very easily visually stimulated in the 6th grade it's no wonder I turned out the way I did.
In my seventh grade year I moved to Sergeant Bluff, Iowa. I had a sex-ed course in the last part of my 8th grade year. This course was an abstinence-only class. Taking sex-ed the second time around was very different. I actually learned some things! It was a quarter long and they concentrated on the different stages of life rather than an intense focus on puberty like the first class did.
In both situations my parents did not talk to me beforehand at all. When they signed the permission slip for my 6th grade year all they told me was, "You're going to be learning about how babies are made" and that was it.
Back then I was not comfortable with myself as a sexual being (it's ironic that most parents fear that of their child). In my house sex was a taboo. You just didn't talk about it. As a result I had no one to talk to when it came to my sexual or otherwise personal feelings.
To this day I despise them for not talking to me, even though I already knew about it. In high school my dad wanted me to see a therapist because of all the moving we've done (I've moved 7 times at this point) and also because of the fact that we weren't very close as a family. Many subjects were talked about but there was one that I kept coming back to and it was sexualality.
To come to the current day, I have thought a lot about this subject and have come to a conclusion. First, be open with your children about "personal" body parts when they're in grade school. Don't make sex or other related topics a taboo. Second, tell them about puberty before it happens (in other words before 5th or 6th grade). You don't have to talk about sex then but at least tell them what's going to happen (especially for girls). Third, the sex talk should take place between 5th grade and 8th grade. The easiest time would be when you tell them about puberty or sometime soon after that. From there keep the discussion open and encourage then to talk about it with yourself.
As for sex-ed classes, don't take a comprehensive course. Just don't. Abstinence is okay but comprehensive especially at 6th grade is way too much for children.
Best wished,
Daniel
|
| Louise Posted: 30 Nov 2007 02:51 PM CST My name is Louise and i currently taking work placement as a social work student at a primary school. after reading all these entires i have strongly agreed with some people.
At this moment in time, this school is trying to educate their students about 'themselves'... but becuase of the policies of the Catholic Education Office, certain topics are not allowed to be spoken about in class. This is ridiculous... the grade 5/6's are embarking on the transition into high school and they are going into a new world without knowing the basics of 'sex'.
i feel sorry for these children as they will be totally shocked once they finally learn about 'sex'. I feel that the school and the Catholic system is trying to hide the children away from the truths of our society, that they are trying to protect these children from the horrors of the real world.
Sex education in schools is a must! i can only imagine what these kids are going to grow up learning and what they learn... how on earth it will affect them...
|
| Will Posted: 30 Nov 2007 02:50 PM CST My name is Will. I will soon be 12 years old.
Well its funny that I should find this site. I have noticed that many places wait too long to tell people about sex. In my school they begin talking about puberty in grade 4. They repeat what was told in grade 4 in grade 5 but they also brush the basics about sex. Though I knew everything I learned in grade 5 before that due to freinds.
In grade 6 it blew me away how much they told. Though the video they showed us was high school leveled in terms of vocabulary so it was ahrd to understand. I was told everything i already knew but much more. The only thing it did not cover was exactly HOW to have sex. I do belive this is right though i have know it since i was in grade 5.
As for my parents they avoid the subject of sex completely. Even the subject of puberty. I don't feel comfortable asking them about anything sex related.
Well thats it,
Will
|
| Jacob Posted: 30 Nov 2007 02:50 PM CST To whom it may concern... i just have a "few" thoughts about your website i'd like to rant and rave if you don't mind... i'll try to control my language but you can edit it all or nothing if it so pleases you. Aweomse site by the way it's very interesting (i find anyway) to read school teachers views and thoughts.
Just coming out of highschool and such i had one REALLY good teacher that taught me sex-ed even though she wasn't supposed to in the middle of english class soem kids were joking around about somehting i can't remeber and she said "ok you know what? let's all have a talk because this morning i had a grade 8 girl ask me the best way to give head to a boy". Now i know what your thinking that shocked the f**king s**t outa me and then i realized that really... that's only a few years 4 years between grade 8 and 12. Some people date people 10 12 years there senior or younger and my parents are 5 years apart so maybe i'm just used to it and 4 years is a big differance but whatever. So anyway my entire class of about 30-35 kids (actuall class size more like 50 with a teacher's aid but see my previous rant on what not to do when there's someone dressing down or punching kids in the hall) shut up. that's an amzing feat mind you. then she told us to ask her any questions concerning sex at all ever and she would answer.
Right away a few of the guy's asked some stupid questions like i heard you can make a condom out of tin foil? they high fived each other and so on but one of the girls asked does plastic wrap work? everyone laughed at that but hey in a pinch does it work or not? my teacher answered no and blah blah but then she let us ask her questions and joke about whatever and didn't bother us about termonology and what we should be calling a man's penis and what we shouldn't be calling it. Whenever one of us said something that wasn't ture or just a bit off she would step in and say nope it dosn't work like that and this is what you do... Compareing that to my actuall sex-ed classes in junior high when i attended a certain catholic school. My teacher did almost the same thing with the questions, she got us all to write them down (with no names of course) and stick them in a box then she would read them out loud, A great and awesome way i think to start. When it came time to open the box and read some though it went down hill from there... there were some questions that made her blush and some that made her so pissed off that she left in a mad rush out of the class room. Now of course everyone wants to see why the teacher got so mad so we all go up and look and the question was "why are there flavoured condoms". a simple question witha simple answer such as because some times people like to orally plaesure there partner or something would have sufficed. The girl that wrote the question down got in big shit from her parents and the school (she was the only that used a pink pen go figure eh?) so i think in reality adults need to grow up.
if you look at statistics about pornoghraphy almost 50% of the looking at pron as it is sometimes called is done by CHILDREN yes people kids are not the holy virginal creatures you take us for sometimes in fact i walked in on a cetain member of my family doing a solo act to the t.v. and he was many years short of being 18. In fact i will now link you a website with statistics, i don't know about there credibility but i do know as an 18 year old that kids OFTEN get into adult things becuase of there parents or some clumsy adult leaving things laying around that shouldn't be laying around. I once was forced by my dad to clean up (a dog or something ripped it up.. more likely an angry parent/spouse) a playboy magazine the thickness of a telephone book in a nearby playground! Needless to say i learned alot that day at the ripe age of 9 about the joy of reading. While cleaning this up my friends (roughly 12 kids my age) came to help me and a few of them as young as 6 i believe. I clearly remeber a girl my age picking up the most entact pages and stuffing them into her pockets. When asked by all the other kids what she was doing she shrugged and left (after grabbing several more). So maybe this is my own messed up Childhood but i think that this is somewhat the norm i have been over to kids houses where the kids of the house promptly showed me there dad's collection of "reading material". Some of you may blame the internet for such lewd acts for showing so many children porn so easily. If that child is so innocent how do you think he/she found those internet sites? Most sites that kids go to are gaming sites and such and as a frequenter on amany of those websites i can guarantee you that no adult popups shall force demonic wrath upon your child.
Rewinding to sex-ed again... is it any wonder kids have so many unanswered questions about what is right and what is wrong? And asking your parents about sex... hmm yea that's an awesome way to get yourself grounded from playing with a good friend who's parents are shady so says your parents who've never met them. Or an equally awesome way to get grounded off the televsion or computer for vast amounts of time. Trust me i know after i found that magazine i started asking all kinds of questions just casualy wanting to know about life right? i got yelled at and told to go to my room for something i didn't even know about. and again i know friends that have parents like mine. and no my parents are'nt evil or hardcore old fashioned... my mother is in fact gay and proud to be and my father is just an average dood living his life. What i'm trying to say is threw this big massive rant is that people need to get into the nitty gritty detail about sex with SOME kids and the other kids i believe should be gently eased into it and for those of you that say they shouldn't be taught at all?. i have learned through my friends more experianced with me as about what to do and how somehting works and such and we all know how accurate friends are on some things as much as they try to be. So i say an adult should tell them what is and what isn't about sex. Stop avoiding it in schools because it's all around us in the music kids like to listen too (good example Ludacris "what's your fantasy", Eminem Feat. nate dawg "shake that" and Techno "Ulitimate sex track") and books we read... i read a crapload of novels and such everything from Anne Rice to R.A. Salvatore (and his books are way better that tolkeins ever will be) and these boks have smatterings of sexual content also. So anyway thank you for reading my long winded rant about my life's encounters of the sexy kind hahaha. Thanks =D
|
| Heather Posted: 30 Nov 2007 02:49 PM CST Hello, my name is Heather, I have had twenty non-stop years of public school. Growing up in small-town Idaho, I was not exposed to very many "worldly" events. However, the public school system did include sex-ed classes starting in fifth grade and continuing on until freshman/sophomore year of high school. Looking back I guess the information that we learned was appropriate for our age level, moving from basic physical changes to safe-sex and pregnancy prevention. Really, most of my information came from my mom in regards to physical changes, more on sexuality was disclosed as I matured.
My mother impressed a strong absentenance view while growing up, my father still thinks I'm a 24-year-old virgin. My first sexual experience was when I was sixteen, I used protection and was dating in a monogamous relationship. From that point, I realized that birth-control and female health needed to be address. I was consent getting UTI's and not knowing what/where they were from. The health professionals were very discrete about the cause and didn't come out and ask me about my sexual status because my mother was present.
As an adult and a social worker I see sex education as paramount in the public school system. Of course abstaining from sexual contact is the only sure way to be 100% clear of STI's, pregnancy, and emotional distress. But looking at the facts, this is rarely the case for young people. Viewing their experiences as "immoral and damaging" sends a very profound message: "you should not experience your sexuality until society finds you ready". Really, individuals will ultimately choose when they are ready if given the facts and resources to access measures that increase safety. I believe that birth control should be free of charge and openly available to anyone who wants it. This includes young men to access it for their partners if she is unable to. I also think condoms and access to healthcare professionals needs to be expected and nurtured. Changing the climate around these issues will also change the frequency of abortions and unwanted pregnancies. STI's would also decline and I believe a sense of control and dignity would be resorted to young people especially young women.
We have the right!
|
| Teach respect Posted: 30 Nov 2007 02:49 PM CST My name is George I am a student at a private christian school I myself don't belive in sexual education at school for girls especialy. they are way too emotional some worthless punk boy who has no respect for women comes along and sweet talks a girl into having sex. then the poor girl is terrified that the boy will tell his pals and she will be classified as a (lady of the evening) if you get my point.
I think we should teach yong teen boys how to have outstanding respect for women how to talk to them open the door hold there chiars while they sit down by doing this our next gneration of men would be very worthy. I respect chastity in women hood and would nnnnnnnnever have sex with one until I put a wedding ring on her finger and swore to love her and cherish her forever
George
|
| MaryAnne Posted: 30 Nov 2007 02:48 PM CST Funny that I should find this site. After reading some of what others have written I thought I would put my two cents in as today during a class was a prime example of how ignorance can really be a parent's downfall.
I work in a class which teaches high school students to think at a higher level, among other things. I've been in this program for two years now and really love my kids. My daughter is actually one of my students as well, and even her friends have asked me all sorts of questions. I answer honestly but always with an air of caution to be sure I don't offend anyone - including their parents. Today was one of those days.
The 10th grade class is much smaller than the freshman class (for AVID, where I tutor) and they are encouraged, nay required, to bring a question to class everyday pertaining to their other classes. This year there is a new tutor who I have tried to help learn the program. I took over working with this class today as she and the teacher were busy doing other things. One student finally asked this question from reseach she had done for Health class: "Aside from getting STD's and pregnant, why do adults think having sex is bad?" Long story, short, she was actually asking why do adults think kids shouldn't have sex. I could see in the other tutor's eyes she was not truly comfortable with the nature of the question but I wasn't going to let it deter me in answering. The student had said that in her research sex was supposed to be healthy, something about even making your teeth stronger and helping with depression (yeah, I laughed). I explained that while sex can be healthy and you can even burn calories, it certainly isn't a replacement for regular excercise and that it can promote endorphins which can curb depressed attitude but that's not its goal either. On the health side I also asked about prostitutes. They aren't always the healthiest group and they certainly aren't the happier group because of their profession so her original research probably wasn't all that accurate. Another student added it was about your morals, and I quickly agreed but then asked the students to take that away for the moment, along with the religious aspect and focus on the other issue - the one no one had mentioned - the emotional health and well-being of a person. All the other stuff aside, this was the most important because that's really what sex is about when it comes down to it. And at their age, they really aren't equipt to handle all that comes along with the actions.
Though this was about a 10 minute discussion, I was about to wind down the other tutor piped up in a rather cold tone stating that this had really gone on long enough and that she knew parents of two of the students and personally wouldn't want her daughter listening to any of this. I said nothing for the moment until she looked at me and said she could see on the students' faces that they were uncomfortable (they were mostly facing me and she was in the back of the class) and because of that the discussion needed to end. She felt that no one needed to talk to them except their parents because her child talks to her. And though this may be from Health class, this wasn't the place to talk about it. What I found even more interesting was the student who asked the question originally asked the other tutor why what I was saying was wrong? The tutor's answer, you should be talking to your parent.
Why would anyone in their right mind think that's the cure-all? Maybe if parents were more comfortable and children felt like they could have these types of conversations then there wouldn't be a need for health class. Because I'm in a public school I can't discuss religion but heaven knows there are a lot of religious people out there, unmarried, having sex and getting pregnant - and guess what? A lot are teenagers. And why is it okay to discuss this in Health class but no where else? It just didn't make any sense!!! I wasn't being obsene, graphic or even promoting sex in any way. The other tutor felt I should have kept the answer short and go on to the next. But I don't care how you look at it, that one student who asked the question would have known it as a brush-off had I done that.
You have to be upfront and honest without losing site of the responsibility of what you're saying. I think that's the key. If someone, like this other tutor, thinks I have crossed a line in someway, then it shows the amount of ignorance one can have. Its not just up to the parents - it takes a village to raise a child.
MaryAnne
|
| Bea Posted: 30 Nov 2007 02:47 PM CST Hello I am 13 years old and I go to a all girls private school you would expect the sex-ed to be pretty good but its not!
We only learn about puberty in yr 7 and for some girls that's too late(mi best friend started at 10 and didn't know wot was happening to her!)
We don't learn about Oral or any other sexual related things that we NEED to know.
I don't want to have sex personally but wouldn't even know what it was properly if friends hadn't told me all the biology diagrams show is that something goes into something else and some people don't know what a boys parts look like.
I think that at 13/14 Year 9(UK)are mature enough to learn about everything to do with sex and a member of the other sex's body as if you and your b/f choose to have a sexual relationship of any kind then they should have the FULL facts before you get the wrong information from your friends and do dangerous things that could damage or hurt you.
Love Bea (hope other people my age agree with me)
|
| Cathy Posted: 30 Nov 2007 02:47 PM CST I'm a California public school teacher. As part of my job I have the responsibility to teach a "puberty class" for 5th graders, and a much more comprehensive "6th Grade Sex Education Course." I'm a "known quantity" at my school. I'm the only teacher who has the entire intermediate student population (just over 300 kids) in my classroom, day after day, every year. I teach Science to 4th, 5th, and 6th graders, so students are in my class for three years in a row. By that third year, students have learned that I will answer their questions (about anything...) with absolute honesty. Likewise they tend to volunteer information to me that they would never tell their parents. I always start by reminding them that I am a designated reporter, and if what they are about to tell me indicates that they are in a situation that could harm them, I will be calling CPS (Child Protective Services.) They still talk to me. I have called, and will continue to call CPS on occasions that warrant reporting. I'm still an adult students can talk to about "things they have tried." When I tell them "Don't do that again... it's really dangerous and here's why..." they actually listen, because they know I care too much not to tell them the hard truths.
I've been reading the letters sent in, and I am extremely proud of the teens who've written. They understand (probably better than most adults) that going up against biological drives "uninformed" is just not smart. True, prior knowledge isn't a cure-all when it comes to sex, but it's certainly better than learning by "trial and error." Kids need the truth, and yes, they can handle the truth! While maturity levels vary, in general, 6th grade is not too young to learn about human sexuality.
Cathy
|
| Peter Posted: 30 Nov 2007 02:46 PM CST Hi, my name's Peter and I'm 56 years old.
I've read a lot of stories sent to you on the subject of sex-ed. As a teenager growing up in the "swinging sixties", I suppose the subject was discussed in our schools but I have to be honest, whatever education we did get seemed to go out the window as soon as you left the classroom. Everybody was too busy deciding what to wear down the local youth club that night etc. As for where our education came from I suppose it was from messing about behind bike-sheds or if you were lucky and lived near the beach the sand dunes could no doubt tell a few stories.
Getting back on a more serious note, I do feel its very important for the youth of today to get a proper sex-ed other than doing as we did in the sixties, not only from the diseases one can get but for the mental benefits a good education can provide. I hope I've been able to help,thank you for taking time to read the memories of an "aging hippy", still smiling after all these years.
|
| Tatiana Posted: 30 Nov 2007 02:46 PM CST Hi...
My name is Tatiana and im 16 years old. I haven't had much of Sex Education but the little I've had didnt help much. The first time i even heard of sex ed was my 7th grade year. Everything my teacher told the class, we all pushed aside because we were SURE that she was doing all she told us not to. How are we going to listen to a bad influence?
I recieved sex ed classes again my freshman year of high school but it wasnt exactly a class. They were basicly just telling us how its supose 2 be done. I looked around my class and instead of the other students being concerned, they were ready to go home so they can try what they just learned!
The next few days they informed us on the dangers of sex and what STDS and diseases you can recieve and how you would get them, but half of my class already tried what they've heard. Yale students were the ones teaching us (were supose 2 teach us) what's right from wrong. They didn't do anything but confuse us or push us.
|
| Barbara Posted: 30 Nov 2007 02:45 PM CST My name is Barbara. I am 30 years old. I have a 9 year old daughter. We were taught sex ed in school. Plus mom did the scare talk. (Mom had me at 14, First sexual encounter,) I worry more of what my child has learned from other kids. some of it is funny. A few months ago my daughter informed me that sex was when you took your clothes off and pinned them to the wall. I have explained to her (with drawings as well) how her body is about to change. What will happen on the outside and inside and why. I wanted to assure her that we all change. I didn't have a book so (i took a human sexuality class in college) I drew the pictures of the female body, outside and inside. Named the different parts (properly) and explained how they change and why. (for bearing children, but didn't explain how that happens.)
I have started to talk to her about boys as she notices them. But the information must be kept at her maturity level. My great concern is not knowing what they will teach in 5th grade if anything. (I went to the same school as my child and the class wasn't until 6th grade and that was on puberty it was too late for some) I want and am willing to do the education.
I'd perfer abstinance, but reality is I won't be there to say no for her. I need to at least help her protect herself. But right now I know for a fact that she is not ready for more information then I have given her. I continue to keep the lines of communication open. At the same time I tell her what we discuss is between us.
She is just discovering boys are more then fishing buddy's and fellow race car fans. So she is use to discussing most things with her younger male cousins or boyfriends. I knew all the schools had to teach and what my mother had to teach. What I am trying to give my child is a person she can speak to, a person she can go to with questions. I have recruited a couple of my close friends to be someone to listen if need be (and not tell me all details) and help me make sure she is protected.
Right now I am the mommy, a person that is still admired and looked up to. But when she hits the teen years? I need to build the relationship now, keep the lines open now. I need to teach her about her body, her mind and making and taking responsiblity for her own choices. I could never feel confident leaving something this important up to someone else. It is also a closeness, to tell my daughter how our bodies change as we become women and and answer her questions. And then ask her if there is anything else she would like to know. And then see the look on her dad's face when he see's the drawings and realizes his little girl is growing up.
|
| Rebekah Posted: 30 Nov 2007 02:45 PM CST Hello,
My name is Rebekah and I am a 20 year old student a Johnson Bible College in Knoxville, TN. Yes, I am a Christian and I believe that abstinence is the best way to avoid the complications of sex. I am also still a virgin and very proud of that fact. I had a sex ed class in high school and I learned so much about sex from that class that I did not know. It was a great class. I come from a small town in Indiana where we have quite a few pregnancies at the school. I have friends that have had sex and are still sexually active. I do not think less of them for it. They are wonderful people. Here, at a Bible college, I am surprised to find that many students do not agree with a sex ed class because of fear that the schools will teach immoral standards. I don't believe that. I think if you have an opportunity to give people accurate information about how to protect themselves, then you should. I was just doing research on this project and found this website and the responses of people and I felt like giving my opinion on the subject. I think sex ed classes are a great idea and should be in curriculums. If parents don't like it, then they have the option of pulling out their child. Today's society is sexually active. Sex is everywhere. We cannot just ignore that fact anymore. We have to educate teenagers about what to do to avoid some problems later in life. Let's face it, most teens are not going to be abstinent. We need to at least give them wisdom in some way. That is the whole point of education, isn't it?
Thank you and I would appreciate comments!
|
| Michael Posted: 30 Nov 2007 02:40 PM CST Hello,
I am a guy, 26 years old, from California, and I am in college part time and provide services for computer programming part time. My experience with sex ed classes is the following. 1. I only had one such class in junior high school. It was a little early for me, I was like 15 years old, and it was not really good useful knowledge. But, even so, I guess they did a pretty good job with the class. It was very detailed and had lots of questions, but not much one-on-one discussion, or small group discussion. It was kind of all over you know, lots of information.
It needs to be way more serious. They need to like yell it at you like in the military, that this could save yor life.... I mean this is IMPORTANT, You could get AIDS and DIE! for goodness sake. I think it should be required to take such a class every year. It needs to be more realistic, and not have that much information but more about what we do need to know. Mostly condoms. that is the most important thing. absolutely. there are sexually transmitted diseases that people can possibly get, and these days we have technology, called "condoms" which when used properly can basically protect you almost 100 percent. Then there is pregnancy. you dont want to get pregnant if you are not ready right?? It will change your life. That is for sure, so you want to be ready and prepared when you do do that .....to have kids. So, you use a condom every time and you will be covered and you will be safe.... I am now 26 years old, and I must say I hope that the girl that I get interested in will be most educated and intelligent to know the right stuff.
There are a lot of benefits to having sex. It is generally a very healthy thing to do, actually, and part of your bodies' normal functions, like exercise. As a matter of fact it is a form of exercise. There are several ways to have sex. Self-sex, which is called masturbation, has a bad connotaion, and some people look on this very negatively. But really that is just practice of the real thing, right? Its like a test screening, or a demo, or a test run. Its basic training. Its like preparation. They say practice makes perfect... There is your standard relationship which should be positive and safe at all times. When a girl and guy get into bed to get some action they should be prepared and have the basic safety equipment. Now what would that be.. let me see... hmmm.. oh yeah, the "condom"! Not a big deal. Also I wanted to say that there are very important ways that girls should protect themselves. This is called the female condom. And frankly I am shocked that there is not much infomation out there about the female condom. You can buy them at any so-called "Drug Store" like Save-On. But don't buy any drugs there by the way, you dont need to take drugs thats disgusting. These idiots call their store a drug store, man. You can also buy it on the internet, Ask your doctor and he/she will tell you more about that. This is a way that girls can protect themselves proactively. It is a condom but for ladies.
It goes on the inside of the female private parts. Its like a suction cup kind of thing. You get the idea. Now go buy one. they cost about 15 dollars on the internet or at the so-called "drug store" . Dont tell me its too expensive, thats bullshit. Get the money and buy it. Dont make me go out there and educate the whole world. The idea with education is that everyone can have a win-win situation. We all can have a great life and achieve our dreams and have a nice reliable and respectable life, there do not have to be any sad endings. Thank you, and best of luck to you, please make the safest decision for yourself at all times, michael
College Student, Los Angeles, CA
|
| Vancouver Posted: 30 Nov 2007 02:38 PM CST I am a 16 year old high school student from Vancouver, British Columbia, Canada, and I'm concerned about some of the sex ed "horror stories" I'm hearing from different parts of the world.
My main issue is the belief some people have that educating young people about sex will make them want to have it. Yes, it could make sense, in a different context. If there was no other way for students to find out about sex, then perhaps this would be true, but as we all know there are simply scores of ways to recieve information about sex. Parents and sex ed at school should be first and foremost, and are for me, but most often they aren't. People are also forgetting that sex is a biological drive, meaning that our bodies will want to have sex whether we know what it means or not. You would not refuse to give workers at a lumber plant safety training because it tells workers about different ways they could hurt themselves that they might not have thought of before, would you? That is what the lack of sex education both in schools and at home is like.
Of course, parents and teachers may be nervous about talking to students about sex, about explaining it wrong, or whatever. I'm of the belief that a course on how to deal with students and sexual education should be offered or even mandatory during training for teachers and anyone working with adolescents, at the very least. Similar courses should be offered for parents, if they already aren't. This would give confidence to teachers and parents to talk to the kids about sex, instead of fumbling around with metaphors like "the birds and the bees" (which I have never actually heard the story of myself).
A final issue that no one seems to want to tackle is continuing education. Okay, so you've finally got up the nerve and had "the talk." Now what? Of course there'll be questions: that's a given. But what about questions in the future? What if they forget some things you've said? I also think that sex education should be periodically revisited between the ages of, say, 11 and 16 or 17. Yes, it will get repetitive, but what teenager is going to admit that they weren't paying attention the first time because they were embarressed and need to hear it again? I'm lucky that my school system has done something like this, even though it was probably an accident, because I can be assured that I know what I've been told. It will also help cover the fact that different people mature at different times, both physically and emotionally.
I'm hoping that in my childrens' time, some of the dangerous stimas surrounding talking about sex will be nearly gone in most countries, if not all of them.
|